Warga Gampong Seuneubok Pusaka Gotong Royong Sulap Eks Mushalla Jadi PAUD Sementara

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH SELATAN | SNN — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini ditunjukkan oleh warga Gampong Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Pada hari Minggu (28/6/2026), puluhan warga bahu-membahu membersihkan sebuah bangunan eks mushalla di desa mereka yang sudah satu tahun terbengkalai.

Kekompakan warga dari berbagai kalangan terlihat jelas dalam kegiatan gotong royong ini. Untuk membersihkan sisa debu dan endapan lumpur secara maksimal, warga bahkan mengerahkan mesin pompa air bertekanan tinggi guna menyemprot seluruh bagian dalam gedung. Sementara para pria fokus di dalam ruangan, ibu-ibu dan warga lainnya membersihkan area luar dengan menyapu lantai, memotong rumput liar, hingga mengumpulkan dan membakar tumpukan sampah agar lingkungan kembali bersih.
Bagi masyarakat setempat, bangunan ini memiliki nilai sejarah yang panjang. Dulunya, bangunan ini merupakan pusat kegiatan ibadah warga, sebelum akhirnya desa berhasil membangun masjid baru. Setelah masjid baru rampung, gedung ini sempat dimanfaatkan sebagai Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA).
Tokoh masyarakat Gampong Seuneubok Pusaka, Samsir, menjelaskan bahwa sejak pemerintah membangun gedung TPA yang baru pada tahun lalu, bangunan eks mushalla tersebut menjadi kosong dan tidak lagi digunakan.
“Jadi sudah setahun ini memang tidak terpakai, dan sekarang kami mau gunakan untuk PAUD gampong yang selama ini kegiatannya menumpang di rumah pribadi warga,” ungkap Samsir di sela-sela kegiatan gotong royong.
Samsir menambahkan bahwa penggunaan eks mushalla ini hanya bersifat sementara. Hal ini dilakukan sembari menunggu rampungnya pembangunan gedung PAUD baru yang sedang berlangsung. Kebetulan, tahun ini Gampong Seuneubok Pusaka mendapatkan program pembangunan gedung PAUD dari Pemerintah Pusat.
Inisiatif swadaya warga ini dinilai sebagai solusi yang sangat tepat guna. Sambil menunggu gedung utama selesai dibangun, anak-anak usia dini di desa tersebut kini akan memiliki tempat belajar dan bermain yang jauh lebih luas dan memadai. Lebih dari itu, tradisi gotong royong ini kembali menjadi wadah untuk merawat aset desa sekaligus mempererat kerukunan antarwarga.[red]









