Tinjau Stand di HUT Dekranas ke-46, Ketua Dekranasda Pastikan Produk Kriya Aceh Pikat Pengunjung Makassar

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
MAKASSAR | sarannews.net – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Aceh, Marlina Muzakir, meninjau langsung Stand Dekranasda Aceh pada ajang Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia. Pameran berskala nasional ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang digelar di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026).

Peninjauan ini dilakukan secara khusus untuk memastikan bahwa berbagai produk kerajinan (kriya) unggulan dari Serambi Mekkah tertata dengan apik dan representatif. Tujuannya tak lain agar pesona karya perajin Aceh mampu menarik minat masyarakat Makassar maupun para pengunjung dari berbagai penjuru Nusantara yang memadati lokasi pameran.
Dalam kunjungan tersebut, Marlina Muzakir turut didampingi oleh Wakil Ketua Dekranasda Aceh, Mukarramah Fadhlullah, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, ST.
Di sela-sela peninjauannya, Marlina tampak ramah menyapa para perajin dan pengelola stand pameran. Ia juga melihat secara detail keragaman serta kualitas produk-produk unggulan Aceh yang tengah dipamerkan kepada publik.
Menurut Marlina, keikutsertaan Aceh dalam pameran nasional bergengsi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi produk kerajinan daerah, sekaligus menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas.
“Melalui pameran ini, kita ingin memastikan produk-produk kerajinan Aceh mendapat tempat istimewa di hati masyarakat, baik di Makassar maupun di tingkat nasional,” ujar Marlina di sela-sela peninjauan.
Lebih lanjut, ia optimis bahwa partisipasi aktif Dekranasda Aceh dalam perhelatan ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian para pelaku UMKM. “Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperluas jaringan pemasaran, sekaligus mempromosikan pesona dan kekayaan budaya Aceh,” pungkasnya. [red]







