Sambut Idul Adha, Pasar Murah Pemkab Bireuen di Gandapura Ludes

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
BIREUEN | SNN – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bekerja sama dengan Bulog Lhokseumawe resmi memasuki hari terakhir di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (25/5/2026). Sejumlah warga di Kecamatan Gandapura, khususnya kaum ibu-ibu, langsung memanfaatkan momen pemungkas ini dengan memadati lokasi pelaksanaan di halaman Kantor Camat Gandapura sejak pagi hari.
Operasi pasar yang berlangsung singkat mulai pukul 10.00 pagi hingga 12.00 WIB siang ini sengaja digelar untuk menyisir kebutuhan masyarakat di wilayah timur Bireuen. Komoditas yang disediakan meliputi beras premium isi 5 kilogram seharga Rp53.000, gula pasir 2 kilogram Rp28.000, minyak goreng kemasan Rp38.000, dan telur ayam satu papan Rp37.000. Untuk satu paket lengkap, warga cukup membayar Rp156.000 dengan syarat menyertakan fotokopi KTP saat bertransaksi.
Antusiasme tinggi terlihat dari antrean yang mengular panjang sebelum loket resmi dibuka. Bagi warga setempat, kehadiran pasar murah ini menjadi oase di tengah melambungnya harga barang pokok di pasar tradisional menjelang hari raya.
Hafsah, salah seorang warga Gandapura yang ikut mengantre sejak pagi, mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapannya atas program penstabilan harga ini.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pasar murah di halaman kantor camat ini, apalagi ini hari terakhir dan sebentar lagi mau Idul Adha, harga-harga di pasar biasa sudah mulai naik semua,” ujar Hafsah usai berhasil membawa pulang satu paket sembako.
Pihak Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Bireuen menyatakan bahwa seluruh stok yang dialokasikan untuk hari terakhir ini, termasuk ribuan kilogram beras premium, minyak goreng kemasan 1.080 liter, gula pasir sebanyak 1.050 kilogram, serta ratusan papan telur, ludes terjual dalam waktu kurang dari dua jam. Langkah taktis ini diklaim sukses mencapai target utama pemerintah daerah, yaitu menekan laju inflasi daerah serta memastikan ketersediaan pangan murah yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. (DI)









