BANDA ACEH | SaranNews — Akhir pekan di Banda Aceh kembali bergairah. Saat skuad Laskar Rencong (Persiraja) merumput, warung-warung kopi di penjuru kota seketika berubah fungsi menjadi tribun stadion dadakan, Sabtu sore (3/1/2026).
Salah satu kemeriahan terlihat di Warkop Rawa Sakti, kawasan Tibang. Ratusan pendukung setia Persiraja memadati area warung untuk menyaksikan laga tandang Persiraja melawan FC Bekasi City, dengan skor 0-0.
Mata para pengunjung terpaku pada layar proyektor raksasa yang dibentangkan pemilik warkop. Teriakan gemuruh dan tepuk tangan sesekali pecah memecah keheningan saat pemain Persiraja melancarkan serangan ke gawang lawan.
“Nonton di warkop rasanya beda, lebih seru karena bisa teriak bareng kawan-kawan sambil ngopi. Ini budaya kita kalau Persiraja main tandang,” ujar salah seorang pengunjung.
Pemilik warkop sengaja menata kursi berjejer menghadap layar utama demi kenyamanan “suporter layar kaca” ini. Bagi masyarakat Aceh, nobar di warkop bukan sekadar hiburan, melainkan tradisi merawat kebersamaan dan dukungan fanatik bagi klub kebanggaan daerah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, suasana nobar berjalan tertib. Apapun hasil skor di lapangan, tradisi ngopi sambil dukung tim lokal tetap menjadi pemenang di hati warga Kota Gemilang. (tpi)












