Padusi Tapa: Ketangguhan Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

ACEH SELATAN | SNN — Di balik berkembangnya usaha kecil berbasis potensi lokal di Tapaktuan, terdapat sosok perempuan tangguh bernama Sinar Hayani. Ia tidak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD, tetapi juga berhasil mengembangkan usaha ekonomi kreatif berbasis sereh wangi, Kamis (30/4/2026).
Sinar Hayani menikah dengan Sertu Sutrisno Wijoyo pada 30 Maret 2007, saat sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas di lingkungan Yonif 115/ML Rem 012/TU. Kini, sang suami mengemban amanah sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Aceh Selatan, sementara dirinya aktif sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/Asel.
Sebagai anggota Persit, Sinar Hayani mengaku banyak belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, serta pentingnya peran istri prajurit dalam menjaga ketahanan keluarga. Lingkungan organisasi turut mendorongnya untuk tetap produktif dan berdaya di tengah dinamika kehidupan militer.
“Persit mengajarkan kami untuk tetap kuat dan kreatif. Walaupun suami menjalankan tugas negara, kami para istri juga harus bisa mandiri dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui usaha Padusi Tapa, UMKM berbasis olahan sereh wangi yang berawal dari keterampilan keluarga. Sejak 2020, ia mulai mengembangkan produksi minyak sereh wangi dengan mempertahankan metode tradisional agar kualitas tetap terjaga.
Dalam proses produksinya, sekitar 7–8 kilogram sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan minyak sereh berkualitas. Produk yang dihasilkan pun terus berkembang, mulai dari minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai sereh, sabun cuci piring, hingga roll-on sereh.
Menurutnya, usaha tersebut lahir dari keinginan memanfaatkan potensi lokal sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.
“Saya melihat sereh wangi punya banyak manfaat. Dari situlah muncul keinginan untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual,” ujarnya.
Dalam tiga bulan terakhir, Padusi Tapa mencatat penjualan sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4–5 juta. Produk ini telah memiliki izin P-IRT sejak 2023 dan kini sedang berproses menuju perizinan BPOM, dengan pemasaran melalui jaringan Persit, mitra instansi, serta media sosial.
Nama “Padusi Tapa” dipilih sebagai simbol perempuan tangguh yang mampu bertahan dan berkarya. Ia berharap nama tersebut dapat menjadi identitas produk lokal Aceh Selatan sekaligus motivasi bagi perempuan lain untuk berani memulai usaha.
Sinar Hayani berharap ke depan Padusi Tapa dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan membawa produk sereh wangi Aceh Selatan dikenal di tingkat regional hingga nasional. “Harapan saya sederhana, usaha ini terus berkembang dan bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (KB)
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Berita Terkait

Batal Temu ramah, Resmikan SPBUN dan Koperasi KNTI Aceh Selatan tetap, Perubahan Jadwal Penerbangan pak Menteri penyebabnya
27 April 2026

GeRMAS Gelar Konferensi Pers, Tuntut Bupati Aceh Selatan Copot Plt Direktur RSUD YA Tapaktuan
26 April 2026

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Kluet Tengah–Pasie Raja Sudah bertahun tahun Rusak, Harap Segera Diaspal
27 April 2026

Progres 42 Persen, Jembatan Permanen Kutablang Ditargetkan Selesai Juli 2026
28 menit lalu
Semua Berita

Polemik Pergub JKA, Ketua DPRA: Ini Pelanggaran Norma Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan
2 jam lalu

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBA Gelar Pelatihan Alat Komunikasi Darurat 2026
11 jam lalu

Klaim RSUYA Ditentukan Pusat, KOMASE: “Itu Bukti Pelanggaran Fatal, Bupati Jangan Berlindung di Balik BPJS!”
14 jam lalu

Eskalasi Krisis RSUYA: Dari Ultimatum KOMASE hingga Desakan Pansus dan Pencopotan Direktur oleh GeRMAS
14 jam lalu

Anggaran Rp27 Miliar RSUD Yuliddin Away Disorot, Transparansi Dipertanyakan
16 jam lalu

Siapkan Generasi Aceh Tembus Beasiswa Luar Negeri, BPSDM Aceh Buka Pelatihan Bahasa Akademik Gratis
17 jam lalu



