Lima Siswi dan Guru SMPN 4 Banda Aceh Diduga Keracunan MBG, Operasional Dapur SPPG Disetop

BANDA ACEH | SNN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banda Aceh memicu insiden keracunan yang menimpa lima siswi dan seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Banda Aceh, Kamis (29/10/2026).
Para korban mengalami gejala keracunan seperti mual dan lemas usai menyantap paket makanan yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihak sekolah langsung melarikan para siswa dan guru ke Rumah Sakit Kesehatan Kodam (Kesdam) Iskandar Muda yang berjarak sekitar lima menit dari lokasi sekolah guna mendapatkan tindakan medis intensif.
Koordinator Wilayah Program MBG Banda Aceh dari Badan Gizi Nasional (BGN), Muhammad Fahry, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kondisi para korban saat ini sudah mulai membaik dan masih dalam observasi tim medis.
“Siswi terdampak sejumlah lima orang dan satu orang guru terkonfirmasi dalam keadaan baik dan masih dilaksanakan observasi pada fasilitas kesehatan,” kata Fahry dalam keterangannya, Kamis malam.
Uji Laboratorium dan Penutupan Dapur SPPG
Menu makanan yang disajikan ke sekolah pada siang itu terdiri dari nasi putih, ikan tuna tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, serta buah pisang. BGN bersama Satgas MBG Banda Aceh mengklaim telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG penyuplai makanan tersebut sesuai SOP penanganan krisis pangan.
Namun, kendati pihak BGN telah melayangkan permohonan maaf dan menutup sementara dapur SPPG terkait, publik menyoroti lemahnya kontrol mutu higienitas rantai pasok makanan yang didistribusikan ke institusi pendidikan anak. Kasus dugaan keracunan MBG ini bukan yang pertama di Aceh, setelah kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi di Pasie Raja, Bener Meriah, dan Aceh Singkil.
Sampel makanan telah diserahkan kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, dengan hasil pengujian laboratorium dijadwalkan baru keluar pada Selasa, 3 November 2026.
Masyarakat dan orang tua murid mendesak transparansi total atas hasil uji laboratorium BBPOM serta meminta evaluasi ketat standardisasi dapur rekanan sebelum program pemenuhan gizi tersebut diizinkan beroperasi kembali di Banda Aceh. (red)
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












