Langsung ke konten utama

Pengungsi Trumon Tengah Bertambah Jadi 102 Jiwa, Air di Cot Bayu Tembus 60 Sentimeter, Pemkab Ditagih Kepastian Pasokan

Redaksi
SNN
Penulis: RedaksiEditor: SNN
Petugas evakuasi warga terdampak banjir di Trumon Tengah Aceh Selatan
Foto: BPBD Aceh Selatan

ACEH SELATAN | SNN – Sebanyak 102 warga Trumon Tengah terpaksa mengungsi setelah banjir luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya kian meluas, Kamis (29/10/2026).

Jumlah pengungsi tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan data Rabu (28/10/2026) yang mencatat 46 jiwa. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mendata total warga terdampak mencapai 60 kepala keluarga atau 232 jiwa.

Sebaran pengungsi terkonsentrasi di dua gampong, yakni Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah. Di Lhok Raya, 46 jiwa mengungsi ke Markas Kompi C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh di Trumon, meliputi empat lansia, dua balita, dan 13 anak-anak.

Sementara di Gampong Cot Bayu, 56 jiwa dari 14 keluarga mengungsi ke bangunan TPA dan rumah kerabat. Ketinggian air di jalan gampong tersebut dilaporkan mencapai 60 sentimeter dan genangan mulai memasuki rumah setinggi 20 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Aceh Selatan, Ruspiadi, menyatakan banjir dipicu peningkatan debit air sungai akibat hujan intensitas tinggi di wilayah hulu. “Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah,” kata Ruspiadi, Kamis (29/10/2026).

Ancaman Banjir Kiriman dan Kerentanan Logistik

Kendati genangan di Lhok Raya dilaporkan mulai menyusut perlahan, ketinggian air di Cot Bayu justru berpotensi naik karena air kiriman dari kawasan pegunungan terus mengalir. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, sedangkan lahan perkebunan dan pertanian mulai terendam.

Dinas Kesehatan Aceh Selatan mengklaim telah menyiagakan tenaga medis dan menyalurkan bantuan obat-obatan ke lokasi. Namun, penambahan jumlah pengungsi rentan dari kelompok lansia dan balita menuntut kepastian pasokan makanan, air bersih, serta posko kesehatan 24 jam yang belum tersebar merata di seluruh titik penampungan.

Situasi di Aceh Selatan diperparah oleh banjir luapan di Subulussalam yang masih merendam 2.013 rumah dan berdampak pada 1.985 kepala keluarga. Pada saat yang sama, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Aceh hingga 31 Oktober 2026 akibat pengaruh Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh tidak bisa hanya mengandalkan laporan pemantauan rutin dan imbauan waspada saat debit sungai terus naik. Warga yang bertahan di posko darurat membutuhkan kepastian distribusi logistik pangan, fasilitas sanitasi memadai, dan pemulihan akses jalan yang kini masih terputus. (red)

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.