Berbulan-bulan Material Jembatan Bailey Gampong Pisang Menumpuk, PUPR Aceh Selatan Targetkan Berfungsi Akhir 2026

ACEH SELATAN | SNN – Material konstruksi Jembatan Bailey yang telah berbulan-bulan berada di Gampong Pisang, Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, hingga akhir Oktober 2026 belum juga terpasang. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang mempertanyakan kepastian kelanjutan pembangunan jembatan penghubung di kawasan tersebut.
![]()
Berdasarkan hasil pemantauan langsung SaranNews.net di lokasi, Rabu (28/10/2026), sejumlah komponen konstruksi baja terlihat masih tertumpuk di sekitar permukiman warga, tidak jauh dari jembatan berbahan bambu dan kayu yang berada di lokasi.
Material tersebut terdiri atas rangka baja, panel geladak bertuliskan Steel Deck-Mid dan Steel Deck-Side, serta sejumlah komponen pendukung lainnya.
Sebagian material tampak diletakkan di ruang terbuka dan mulai dikelilingi tumbuhan liar. Pada beberapa bagian komponen juga terlihat karat, sementara aktivitas perakitan maupun pemasangan konstruksi jembatan belum terlihat berlangsung.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan material tersebut telah berada di lokasi sekitar enam bulan. Namun, hingga peninjauan dilakukan, belum terlihat adanya pekerjaan lanjutan untuk merealisasikan pemasangan jembatan tersebut.
PUPR: Material dari Kodim, Pemasangan Dianggarkan Rp370 Juta
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Redaksi SaranNews.net menghubungi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan, Gamal Halim, untuk meminta penjelasan mengenai status pembangunan Jembatan Bailey Gampong Pisang.
Gamal menjelaskan bahwa pengadaan material konstruksi jembatan berasal dari TNI melalui Kodim 0107/Aceh Selatan, sedangkan pekerjaan pemasangannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
“Jembatan tersebut pengadaannya dari Kodim, Pak. Pemda hanya pasang saja,” jelas Gamal melalui pesan WhatsApp kepada SaranNews.net, Rabu (28/10/2026).
Menurut Gamal, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah menyediakan anggaran sebesar Rp370 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 untuk pekerjaan pembangunan Jembatan Bailey tersebut.
Ia menyebutkan bahwa anggaran dimaksud telah tersedia dalam dokumen anggaran Dinas PUPR Aceh Selatan tahun 2026.
Pekerjaan yang direncanakan meliputi pembangunan dudukan jembatan serta pemasangan rangka konstruksi baja yang sebelumnya telah disediakan oleh pihak TNI.
Proses Pengadaan Dimulai Awal November
Terkait belum dimulainya pekerjaan fisik, Gamal menjelaskan bahwa proses pengadaan pelaksana pekerjaan direncanakan mulai berlangsung pada pekan pertama November 2026.
“Proses pengadaan akan dimulai minggu depan, Pak,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gamal juga menyampaikan bahwa pemasangan jembatan direncanakan dimulai pada November 2026 setelah adanya kontrak pekerjaan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menargetkan pembangunan Jembatan Bailey Gampong Pisang dapat diselesaikan dan difungsikan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.
Dengan demikian, realisasi pembangunan jembatan tersebut masih bergantung pada penyelesaian proses pengadaan, penandatanganan kontrak, dan pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
PUPR Pastikan Material Masih Lengkap dan Aman
Selain mempertanyakan kepastian pembangunan, Redaksi SaranNews.net juga meminta penjelasan mengenai kondisi material konstruksi yang telah cukup lama berada di ruang terbuka.
Pertanyaan tersebut disampaikan menyusul temuan visual di lapangan yang memperlihatkan sebagian komponen baja menunjukkan karat pada bagian tertentu.
Menanggapi hal itu, Gamal memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ulang terhadap komponen rangka jembatan yang tersedia di lokasi.
Menurutnya, berdasarkan pengecekan tersebut, seluruh komponen masih dinyatakan lengkap.
Gamal juga menyampaikan bahwa material konstruksi jembatan masih dalam kondisi aman, mengingat Jembatan Bailey memang dirancang untuk digunakan pada berbagai kondisi medan dan dipasang di ruang terbuka.
“Terkait komponen masih aman karena memang Jembatan Bailey ini dibuat untuk dapat digunakan dalam segala medan, pun nantinya dipasang di ruang terbuka,” jelasnya.
Meski demikian, keterangan tersebut belum disertai dokumen hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan kondisi masing-masing komponen setelah berbulan-bulan berada di lokasi.
Sementara mengenai administrasi material, Gamal menjelaskan bahwa proses serah terima antara pihak TNI dan pemerintah daerah akan dilakukan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai.
Masyarakat Menanti Realisasi Pembangunan
Keberadaan Jembatan Bailey Gampong Pisang diharapkan dapat meningkatkan akses penghubung bagi masyarakat, termasuk mendukung mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di kawasan tersebut.
Namun, material konstruksi yang telah tersedia sejak beberapa bulan lalu belum dapat dimanfaatkan karena pekerjaan pemasangannya belum terealisasi.
Dengan adanya penjelasan Dinas PUPR mengenai ketersediaan anggaran Rp370 juta, rencana dimulainya proses pengadaan pada awal November, serta target jembatan berfungsi akhir 2026, perhatian publik kini tertuju pada kepastian realisasi pekerjaan tersebut.
Terlebih, waktu pelaksanaan yang tersisa menjelang berakhirnya tahun anggaran relatif terbatas, sementara pekerjaan masih harus melalui tahapan pengadaan dan kontrak sebelum konstruksi fisik dapat dilaksanakan.
Kondisi ini menjadi perhatian agar proses pengadaan, pembangunan dudukan jembatan, hingga pemasangan rangka baja dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan standar teknis yang berlaku, tanpa mengabaikan aspek mutu serta keselamatan konstruksi.
SaranNews.net akan terus memantau perkembangan pembangunan Jembatan Bailey Gampong Pisang, termasuk realisasi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan yang dijadwalkan mulai November 2026.
Hingga berita ini disusun, redaksi juga masih berupaya memperoleh keterangan dari Pemerintah Gampong Pisang mengenai dampak belum terpasangnya jembatan tersebut terhadap aktivitas dan kebutuhan masyarakat.[Red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












