Massa Aliansi Rakyat Aceh Bertahan dan Menginap di Depan Kantor Gubernur Aceh

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Banda Aceh | SNN – Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh memutuskan tetap bertahan di depan Kantor Gubernur Aceh usai menggelar aksi demonstrasi jilid II pada Senin (11/5/2026) terkait tuntutan pencabutan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Pada hari ini, Selasa (12/5/2026) massa tidak hanya melanjutkan aksi hingga malam hari, sejumlah massa bahkan memilih menginap di kawasan depan Kantor Gubernur Aceh sebagai bentuk protes dan tekanan kepada pemerintah agar segera memberikan keputusan tegas terkait pencabutan pergub tersebut.
Pantauan di lokasi, beberapa tenda tampak didirikan di pinggir jalan tepat di samping pagar Kantor Gubernur Aceh. Massa juga memasang sejumlah spanduk bernada kritik di area depan kantor pemerintahan tersebut.

Salah satu spanduk bertuliskan “Kandang Ini Disegel” dipasang tepat menghadap halaman depan Kantor Gubernur Aceh. Selain itu, terlihat pula tulisan lain yang berisi kritik terhadap pemerintah Aceh terkait polemik JKA yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Sejumlah peserta aksi terlihat duduk dan beristirahat di sekitar tenda sambil terus memantau situasi. Kendaraan roda dua milik massa juga tampak terparkir di sepanjang jalan sekitar lokasi aksi.
Keputusan massa untuk bertahan disebut sebagai bentuk kekecewaan karena hingga aksi jilid II berlangsung, pemerintah dinilai belum memberikan jawaban pasti terkait tuntutan utama demonstran, yakni pencabutan Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA.
“Kami belum akan pulang sebelum ada kejelasan. Kalau pemerintah belum memberi keputusan, kami tetap bertahan di sini,” ujar Habibi sebagai jubir Aliansi Rakyat Aceh.
Sementara itu, situasi di sekitar Kantor Gubernur Aceh terpantau masih dijaga aparat kepolisian. Meski demikian, kondisi berlangsung relatif kondusif dengan massa tetap bertahan di area depan kantor gubernur. [TP]





