Keripik Ubi Kayu (Singkong) Buatan Sendiri Jadi Usaha Mandiri Warga Seuneubok

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH SELATAN | SNN — Seorang pelaku usaha rumahan di Gampong Seuneubok, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, menjalankan usaha penjualan keripik ubi kayu (singkong) olahan secara mandiri sekaligus menjual buah mangga di lapak sederhana di tepi jalan lintas, Senin (18/5/2026).
Lapak tersebut berada di pinggir jalan dengan susunan buah dan produk olahan yang ditata rapi agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Penataan sederhana namun tertib membuat produk yang dijual tampak menarik perhatian setiap orang yang melintas di jalur tersebut.
Keripik ubi kayu (singkong) yang dijual merupakan hasil produksi sendiri yang diolah secara mandiri mulai dari pengupasan bahan baku, proses pengirisan, penggorengan hingga tahap pengemasan secara sederhana. Proses pembuatan dilakukan di rumah dengan peralatan seadanya, namun tetap menjaga kebersihan dan kualitas rasa.
Keripik yang telah dikemas kemudian digantung di bagian depan lapak sebagai bentuk promosi sekaligus memudahkan pembeli memilih produk yang diinginkan. Kemasan transparan digunakan agar pembeli dapat melihat langsung kualitas keripik sebelum membeli.
Selain keripik ubi kayu, penjual juga menyediakan buah mangga yang memiliki aroma khas dan rasa segar. Buah tersebut disusun bersama beberapa jenis buah lainnya di meja jualan sehingga pembeli memiliki pilihan produk olahan maupun buah segar dalam satu tempat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, seorang pembeli terlihat singgah untuk memilih buah mangga sebelum melakukan transaksi langsung di lapak tersebut. Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat desa yang berjalan secara alami.
Usaha kecil ini menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi masyarakat desa yang memanfaatkan hasil pertanian lokal sekaligus menambah sumber penghasilan keluarga melalui usaha mandiri. Keberadaan usaha rumahan seperti ini juga membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.
Kak Nisa, selaku penjual, mengatakan usaha keripik ubi telah dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di sekitar wilayah desa.
“Keripik ubi kayu ini kami olah sendiri di rumah agar rasanya tetap terjaga. Selain itu, saya juga menjual mangga supaya pembeli punya pilihan buah segar saat singgah,” ujar Kak Nisa.
Ia menambahkan, usaha tersebut dijalankan secara bertahap sambil menyesuaikan kemampuan produksi harian. Kak Nisa juga berupaya menjaga kualitas rasa agar pembeli yang pernah singgah dapat kembali membeli produk yang sama.
Ia berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang serta mendapat dukungan masyarakat, sehingga produk olahan rumahan dan buah lokal Gampong Seuneubok tetap dikenal oleh warga maupun pengguna jalan yang melintas di Kecamatan Pasie Raja. (KB)







ACEH SELATAN | SNN — Seorang pelaku usaha rumahan di Gampong Seuneubok, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, menjalankan usaha penjualan keripik ubi kayu (singkong) olahan secara mandiri sekaligus menjual buah mangga di lapak sederhana di tepi jalan lintas, Senin (18/5/2026).
Lapak tersebut berada di pinggir jalan dengan susunan buah dan produk olahan yang ditata rapi agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Penataan sederhana namun tertib membuat produk yang dijual tampak menarik perhatian setiap orang yang melintas di jalur tersebut.
Keripik ubi kayu (singkong) yang dijual merupakan hasil produksi sendiri yang diolah secara mandiri mulai dari pengupasan bahan baku, proses pengirisan, penggorengan hingga tahap pengemasan secara sederhana. Proses pembuatan dilakukan di rumah dengan peralatan seadanya, namun tetap menjaga kebersihan dan kualitas rasa.
Keripik yang telah dikemas kemudian digantung di bagian depan lapak sebagai bentuk promosi sekaligus memudahkan pembeli memilih produk yang diinginkan. Kemasan transparan digunakan agar pembeli dapat melihat langsung kualitas keripik sebelum membeli.
Selain keripik ubi kayu, penjual juga menyediakan buah mangga yang memiliki aroma khas dan rasa segar. Buah tersebut disusun bersama beberapa jenis buah lainnya di meja jualan sehingga pembeli memiliki pilihan produk olahan maupun buah segar dalam satu tempat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, seorang pembeli terlihat singgah untuk memilih buah mangga sebelum melakukan transaksi langsung di lapak tersebut. Interaksi sederhana antara penjual dan pembeli menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat desa yang berjalan secara alami.
Usaha kecil ini menjadi salah satu bentuk kegiatan ekonomi masyarakat desa yang memanfaatkan hasil pertanian lokal sekaligus menambah sumber penghasilan keluarga melalui usaha mandiri. Keberadaan usaha rumahan seperti ini juga membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.
Kak Nisa, selaku penjual, mengatakan usaha keripik ubi telah dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di sekitar wilayah desa.
“Keripik ubi kayu ini kami olah sendiri di rumah agar rasanya tetap terjaga. Selain itu, saya juga menjual mangga supaya pembeli punya pilihan buah segar saat singgah,” ujar Kak Nisa.
Ia menambahkan, usaha tersebut dijalankan secara bertahap sambil menyesuaikan kemampuan produksi harian. Kak Nisa juga berupaya menjaga kualitas rasa agar pembeli yang pernah singgah dapat kembali membeli produk yang sama.
Ia berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang serta mendapat dukungan masyarakat, sehingga produk olahan rumahan dan buah lokal Gampong Seuneubok tetap dikenal oleh warga maupun pengguna jalan yang melintas di Kecamatan Pasie Raja. (KB)