Jalan Ambruk: Dinas PUPR Ngaku Belum Ada Laporan, Wabup Aceh Selatan Justru Sudah Perintahkan Penanganan Sejak 2 Hari Lalu

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Tapaktuan | SNN — Penanganan kondisi darurat jalan kabupaten dan gorong-gorong yang ambruk di Gampong Ruak, Kecamatan Kluet Utara (lintasan Kota Fajar – Menggamat) mengungkap fakta menarik. Terdapat perbedaan informasi antara jajaran pimpinan daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dengan dinas teknis terkait.

Setelah berita mengenai terancam putusnya akses jalan di Gampong Ruak ditayangkan oleh SaranNews.net pada Jumat (22/5/2026), redaksi menerima dua tanggapan berbeda dari unsur pemerintahan.
Di satu sisi, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan, melalui keterangan resminya kepada media, mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui kerusakan tersebut dari pemberitaan SaranNews.net dan belum menerima laporan apa pun, baik secara tertulis maupun lisan dari aparatur gampong setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas laporannya, Pak. Namun perlu diketahui bahwa untuk laporan secara tertulis dari pemerintahan Gampong Ruak, dan secara lisan (sepengetahuan saya) juga belum pernah kami terima,” terang Plt Kepala Dinas PUPR, Skar Fharaby, kepada redaksi, Jumat (22/5/2026).
Pihak PUPR pun berjanji baru akan menurunkan tim teknis ke lapangan dalam 1-2 hari ke depan berbekal informasi dari media.
Namun mengejutkannya, keterangan berbeda justru datang dari Wakil Bupati Aceh Selatan. Saat dikonfirmasi secara terpisah oleh SaranNews.net, orang nomor dua di Aceh Selatan ini menegaskan bahwa pimpinan daerah sebenarnya sudah mengetahui persoalan tersebut jauh sebelum terekspos ke publik dan telah menginstruksikan jajaran PUPR untuk segera bertindak.
“Saya sudah dua hari yang lalu perintahkan Kabid Jalan & Jembatan PUPR cari solusi untuk Penanganannya,” ungkap Wakil Bupati Aceh Selatan dengan tegas.
Pernyataan dari Wakil Bupati ini tentu memunculkan tanda tanya di tengah publik mengenai koordinasi internal di Pemkab Aceh Selatan. Publik mempertanyakan mengapa instruksi yang sudah diberikan pimpinan daerah sejak dua hari lalu (Rabu, 20/5/2026) seolah belum terdistribusi atau dijalankan oleh bidang terkait di Dinas PUPR, sehingga PUPR justru mengaku belum menerima laporan apa-apa.
Terlepas dari miss-komunikasi internal tersebut, masyarakat dan aparatur Gampong Ruak sangat berharap instruksi tegas dari Wakil Bupati benar-benar dieksekusi secara nyata di lapangan. Mengingat cuaca dan lalu lintas yang terus berjalan, penundaan penanganan, baik itu perbaikan permanen maupun sekadar pembuatan tanggul darurat, akan semakin mendekatkan warga pada risiko putusnya jalur ekonomi vital dan potensi kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat menanti aksi cepat dari tim teknis Dinas PUPR dalam 1-2 hari ke depan, sesuai janji yang telah disampaikan. [Redaksi SaranNews.net]









