BIREUEN | SNN – Memasuki hari keempat penerapan rekayasa lalu lintas di jalur lintas nasional Banda Aceh–Medan, situasi arus mudik di kawasan Jembatan Bailey Kutablang dan Awe Geutah terpantau lancar tanpa antrean panjang, Senin (16/3/2026). Skema pengalihan arus yang sempat memicu kebingungan pada hari pertama kini mulai dipahami dengan baik oleh para pengendara.
Komandan Pos Pengamanan Pelayanan Operasi Ketupat Polres Bireuen, M. Rizal, menjelaskan bahwa pemberlakuan jalur satu arah (one way) ini terbukti efektif menekan potensi kemacetan parah selama periode mudik Lebaran 2026. “Tujuan utama rekayasa ini adalah mengurangi kemacetan. Sejauh ini sangat membantu karena bisa menghindari antrean panjang yang biasanya terjadi di titik jembatan darurat,” ujarnya.
Rizal mengakui adanya kendala teknis pada awal penerapan karena banyak pengemudi kendaraan pribadi yang belum mengetahui rute alternatif. Namun, memasuki hari keempat, arus lalu lintas jauh lebih terkendali.
Meskipun aturan utama mengharuskan kendaraan dari arah Medan menuju Banda Aceh melintasi Jembatan Bailey Awe Geutah (maksimal 10 ton), pihak kepolisian memberikan diskresi bagi kendaraan berat di atas 10 ton. Karena keterbatasan tonase di Awe Geutah, kendaraan berat dari arah Medan tetap diizinkan melintasi Jembatan Bailey Kutablang secara bergantian melalui sistem mengalir.
Hingga Senin sore, tidak ditemukan adanya penumpukan kendaraan yang berarti. Petugas di lapangan tetap menerapkan sistem buka-tutup secara fleksibel dengan melihat kepadatan arus dari arah Banda Aceh. Personel kepolisian terus disiagakan di titik-titik krusial untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan terus meningkat mendekati hari raya. (DI)












