BANDA ACEH | SNN – Kemeriahan Peukan Raya Ramadhan Banda Aceh 2026 kian terasa dengan hadirnya berbagai rangkaian perlombaan dan atraksi budaya. Tidak hanya menjadi pusat belanja takjil, ajang ini juga menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat Aceh melalui lomba fashion show bertema unik dan pelestarian tradisi kuliner, Rabu (11/3/2026).

Lomba fashion show yang digelar menarik perhatian besar pengunjung karena konsepnya yang tidak biasa. Para peserta ditantang memadukan busana kasual dengan aksesoris kreatif bertema menu berbuka puasa. Kreativitas tanpa batas terlihat saat para model melenggang dengan replika kurma, kolak, hingga minuman segar Ramadhan yang dijadikan bagian dari aksesoris busana mereka.
Selain sentuhan modern, Peukan Raya juga menghidupkan kembali tradisi kuliner daerah melalui prosesi Teumok. Kepala Dinas Sosial Banda Aceh, Saiful Irwan, turut berpartisipasi langsung dalam prosesi mengaduk sajian takjil Kolak Petukel khas Gayo. Tradisi mengaduk bersama dalam kuali besar ini menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Hasil dari tradisi Teumok berupa Kolak Petukel kemudian dibagikan secara gratis kepada para pengunjung sebagai hidangan berbuka. Kehadiran perpaduan lomba kreatif dan pelestarian budaya ini diharapkan dapat terus semarak, menjadikan Peukan Raya Ramadhan bukan sekadar pasar musiman, melainkan festival religi dan budaya yang mempererat silaturahmi warga Kota Banda Aceh. (TP)












