JAKARTA – SaranNews.net | Organisasi Forum Ekonomi Dunia atau World Economy Forum (WEF) menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Ocean Impact Summit (OIS) yang dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Juni 2026 di Bali. Komitmen dukungan ini dikukuhkan melalui penandatanganan dokumen Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dengan pihak WEF.
Penandatanganan dokumen strategis tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama dua Direktur Utama WEF, Sebastian Buckup dan Maroun Kairouz. Momen penting ini berlangsung di Congress Center WEF, Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026) petang waktu setempat, di sela-sela pertemuan tahunan WEF. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut hadir dan menyaksikan langsung prosesi penandatanganan tersebut.
Kerja sama ini menjadi langkah signifikan bagi Indonesia yang akan bertindak sebagai penyelenggara OIS 2026. Dalam dokumen LoI yang disepakati, terdapat empat poin utama kerja sama. Pertama, memposisikan laut sebagai prioritas strategis ekonomi, lingkungan, dan geopolitik, serta menyoroti perannya sebagai infrastruktur dasar untuk pertumbuhan global, stabilitas iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial. Kedua, mendukung dialog dan kolaborasi tingkat sistem melalui arsitektur OIS 2026.
Poin ketiga adalah mengkatalisasi aksi, kemitraan, dan investasi. Hal ini mencakup dukungan identifikasi, diskusi, dan pengumuman inisiatif kolaboratif yang dapat meluas melampaui pelaksanaan OIS itu sendiri. Poin terakhir bertujuan memperkuat keselarasan di antara para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, industri, hingga masyarakat sipil, guna mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kesepakatan ini sangat vital bagi kepemimpinan Indonesia di sektor maritim global.
“Kesepakatan ini bertujuan memperkuat aksi, kemitraan, dan investasi berkelanjutan, serta menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung agenda ekonomi biru dan kepemimpinan Indonesia di tingkat global,” ujar Menteri Trenggono dalam keterangan resminya, Jumat (23/1/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga secara aktif mempromosikan pelaksanaan OIS 2026 kepada para peserta WEF di Davos. Presiden mengajak para tokoh ekonomi dan pemimpin dunia untuk hadir di Bali pada pertengahan tahun nanti. OIS 2026 dirancang sebagai platform tingkat tinggi yang berorientasi pada hasil nyata untuk memajukan ekonomi biru yang tangguh dan inklusif.[red]










