BLANGPIDIE | SNN – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUDTP) Kabupaten Aceh Barat Daya telah resmi merilis Rencana Umum Pengadaan (RUP) untuk Tahun Anggaran 2026. Dokumen setebal 113 item paket pengadaan tersebut mengungkap total pagu anggaran sebesar Rp44.422.373.934, yang dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur medis dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan tim redaksi sarannews komposisi anggaran tahun ini didominasi oleh dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp31,2 Miliar, sementara sisanya bersumber dari APBD (DOKA dan DAK Fisik) senilai Rp13,1 Miliar. Anggaran fantastis ini menempatkan sektor pelayanan kesehatan sebagai salah satu fokus utama pembangunan di Aceh Barat Daya pada tahun 2026.
Sorotan Proyek Strategis dan Alokasi Jumbo Beberapa paket pengerjaan fisik berskala besar mencuri perhatian publik, di antaranya:
- Rehabilitasi Berat Gedung Rawat Inap Musdalifah (DOKA) senilai Rp1,81 Miliar.
- Renovasi Ruang Cathlab (DAK Fisik) senilai Rp1,25 Miliar.
- Renovasi Ruang Cytotoxic Drugs Safety Cabinet senilai Rp1,13 Miliar.
- Pengadaan Alat Kesehatan/Kedokteran Bedah sebesar Rp2,89 Miliar.
Namun, angka paling mencolok berada pada pos Pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang menelan anggaran sebesar Rp11.205.521.796. Nilai ini menjadi tulang punggung operasional medis rumah sakit sepanjang tahun.
Menyoal Ketepatan Jadwal dan Realisasi Meskipun dokumen RUP telah terpampang jelas di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), tantangan sesungguhnya berada pada implementasi. Redaksi mencatat bahwa mayoritas paket besar dijadwalkan untuk proses pemilihan penyedia pada bulan Januari dan Februari 2026.
“Kita tidak ingin rencana besar ini hanya menjadi angka di atas kertas. Masyarakat butuh kepastian kapan fasilitas seperti ruang Cathlab atau gedung rawat inap Musdalifah mulai dikerjakan. Keterlambatan satu bulan saja bisa berdampak pada antrean pasien dan kualitas layanan,” tulis tim redaksi dalam catatannya.
Salah satu paket yang dianggap krusial adalah Penambahan Daya Listrik senilai Rp1,7 Miliar yang dijadwalkan pada Januari 2026. Keberhasilan paket ini menjadi syarat mutlak bagi operasional alat-alat kesehatan baru yang memerlukan daya besar.
Langkah Konfirmasi ke Pihak Manajemen Guna memastikan transparansi dan akuntabilitas, redaksi sarannews secara resmi telah melayangkan surat konfirmasi kepada Direktur RSUD Teungku Peukan. Fokus utama yang dipertanyakan adalah perbandingan efektivitas anggaran tahun 2026 ini dengan tahun 2025 lalu.
Redaksi mendesak manajemen untuk menjelaskan apakah 113 item ini sudah mengakomodasi seluruh kebutuhan mendesak yang sempat tertunda pada tahun sebelumnya. Selain itu, adanya anggaran Redesign Master Plan RSUD-TP sebesar Rp750 Juta juga dipertanyakan keterkaitannya dengan pembangunan fisik yang sedang berjalan agar tidak terjadi pemborosan anggaran akibat pembangunan yang tidak sinkron.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Aceh Barat Daya menanti sejauh mana komitmen RSUDTP dalam mengeksekusi anggaran puluhan miliar ini demi wajah pelayanan kesehatan yang lebih baik. (Red)











