Antrean Mengular di SPBU Nelayan Sawang, Manajer Buka Suara: Pertalite Dijual untuk Umum, Solar Khusus Nelayan

  • Bagikan

ACEH SELATAN – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) Tipe A No. 18.753.022 di Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, masih terus berlanjut hingga Selasa (03/12) pagi.

Jika pada Senin malam sebelumnya antrean terjadi karena warga menunggu kedatangan pasokan BBM dari Depo Pertamina, pantauan SaranNews bersama Tim FORMAKI pada Selasa pagi menunjukkan ratusan kendaraan roda dua dan empat berjejer menunggu giliran pengisian.

Menanggapi sorotan publik terkait operasional SPBU yang berlokasi di lingkungan TPI namun diserbu kendaraan umum tersebut, Manajer SPBU-N PT Cahaya Saudara Group, Ade putra, memberikan penjelasan langsung di ruang kerjanya.

Klarifikasi Peruntukan: Pertalite vs Solar Adeputra menegaskan bahwa SPBU-N yang ia kelola melayani penjualan dua jenis BBM, yakni Solar dan Pertalite. Namun, terdapat perbedaan perlakuan dalam penyalurannya.

“Untuk BBM jenis Solar, kami tegaskan hanya dijual khusus untuk Nelayan saja, tidak untuk kendaraan umum. Sedangkan untuk Pertalite, kami melayani penjualan ke Nelayan dan juga masyarakat Umum,” jelas Adeputra kepada awak media.

Terkait ketersediaan stok, ia mengakui bahwa layanan untuk Solar sudah terhenti selama tiga hari terakhir. Hal ini disebabkan belum adanya pasokan baru yang masuk dari Depo Pertamina.

Buka Nonstop Pasca Pasokan Masuk Adeputra menjelaskan, panjangnya antrean yang terjadi dalam dua hari terakhir adalah dampak langsung dari kondisi darurat bencana yang melanda wilayah Aceh Selatan. Krisis listrik dan kelangkaan BBM di SPBU Reguler membuat masyarakat beralih ke SPBU Nelayan.

“Saat ini pekerja kami melayani nonstop. Pasokan BBM baru masuk tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah proses bongkar selesai sekitar pukul 24.00 WIB, kami langsung buka pelayanan hingga saat ini tanpa henti,” ujarnya.

Pembatasan Pembelian: Mobil Maksimal 200 Ribu Demi pemerataan distribusi di tengah kelangkaan, manajemen SPBU-N Sawang mengambil kebijakan taktis dengan membatasi jumlah pembelian per kendaraan.

“Mengingat kondisi darurat saat ini, kami membatasi pengisian. Untuk mobil (roda empat) kami kasih maksimal Rp 200.000 per unit. Sedangkan untuk sepeda motor (roda dua) maksimal Rp 50.000 atau satu kali isi full per hari,” papar Adeputra.

Kendala Pasokan Lebih lanjut, Adeputra mengungkapkan bahwa SPBU-N tersebut sebenarnya memiliki kuota pasokan masing-masing 16 Kilo Liter (KL) untuk Pertalite dan Solar. Namun, kendala operasional sering terjadi akibat keterlambatan pengiriman dari Depo.

“Masalahnya seringkali pada keterlambatan datangnya pasokan dari depo, sehingga kerap terjadi kekosongan BBM di tangki kami. Akibatnya, kami tidak dapat memberikan pelayanan penuh waktu kepada masyarakat dan nelayan,” tutupnya.[red]

Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *