Anggota DPRK Aceh Selatan Dorong Pengembangan Pelabuhan Sawang Ba’u, Usulkan Masuk Program KNMP

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
ACEH SELATAN | SNN – Anggota DPRK Aceh Selatan dari Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mahmud, mendorong Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Sawang Ba’u di Kecamatan Sawang. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir, Kamis (4/6/2026).
Mahmud menilai Pelabuhan Sawang Ba’u memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra perikanan unggulan di kawasan pantai barat selatan Aceh. Karena itu, ia meminta adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
Selain pengembangan pelabuhan, Mahmud juga menyoroti persoalan pendangkalan muara atau tambat labuh akibat sedimentasi yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan serius bagi aktivitas nelayan, terutama saat air laut surut.
“Ketika air surut, banyak kapal nelayan kesulitan keluar masuk pelabuhan. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas melaut dan pendapatan nelayan. Karena itu, normalisasi muara harus segera dilakukan agar kegiatan perikanan berjalan lancar,” kata Mahmud.
Menurutnya, apabila pendangkalan terus dibiarkan, produktivitas sektor perikanan di kawasan tersebut berpotensi menurun akibat terganggunya mobilitas armada nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir.
Selain mendorong normalisasi muara, Mahmud juga mengusulkan agar kawasan Pelabuhan Sawang Ba’u masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Ia menilai Sawang Ba’u memiliki berbagai potensi yang layak mendapatkan dukungan melalui program tersebut. Selain berfungsi sebagai pusat pendaratan ikan, kawasan itu juga menjadi tempat bermukimnya komunitas nelayan yang cukup besar dan aktif dalam menopang perekonomian daerah.
“Jika Sawang Ba’u masuk dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih, peluang pembangunan akan semakin terbuka. Bukan hanya pengembangan pelabuhan, tetapi juga peningkatan sarana perikanan, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan produk perikanan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan,” ujarnya.
Mahmud meyakini program tersebut dapat memberikan dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memperkuat sektor perikanan, program itu juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Untuk itu, ia mengajak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Pemerintah Aceh, DPRA, DPRK, serta kementerian terkait untuk bersinergi memperjuangkan pengembangan Pelabuhan Sawang Ba’u agar menjadi salah satu sentra perikanan unggulan di wilayah pantai barat selatan Aceh.
“Pelabuhan Sawang Ba’u memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi semua pihak, pelabuhan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (KB)









