Banda Aceh | SNN – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat tidak hanya menuai perhatian, tetapi juga memancing reaksi kritis dari netizen di media sosial. Alih-alih dipandang sebagai langkah efisiensi energi, sebagian netizen justru menilai kebijakan ini berpotensi menjadi “long weekend terselubung”. Dalam berbagai kolom komentar, netizen secara terbuka menyampaikan sindiran. Salah satu komentar menyebut, “asek long weekend, Jum’at Sabtu Minggu bisa jalan-jalan”, yang mencerminkan anggapan bahwa kebijakan tersebut memberi ruang libur lebih panjang bagi ASN. Komentar lain bahkan secara tegas menyebut kebijakan ini sebagai “long weekend terselubung”.
Tak hanya itu, kebijakan ini juga dikaitkan dengan isu efisiensi anggaran yang dinilai tidak konsisten. Seorang netizen menyoroti bahwa jika tujuan utamanya adalah penghematan, seharusnya pemerintah lebih berani meninjau kebijakan lain yang dianggap lebih membebani anggaran. Hal ini menunjukkan adanya persepsi publik bahwa WFH bukan solusi utama dalam menekan pengeluaran negara. Gelombang komentar tersebut memperlihatkan adanya keraguan masyarakat terhadap substansi kebijakan WFH. Di satu sisi, pemerintah mendorong efisiensi energi, namun di sisi lain publik mempertanyakan dampaknya terhadap disiplin kerja dan kualitas pelayanan. Namun demikian, berdasarkan informasi yang beredar, kebijakan WFH di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh masih sebatas wacana dan belum mendapatkan “lampu hijau” untuk diterapkan secara resmi. Artinya, pelaksanaan kerja ASN masih berjalan normal seperti biasa, sembari menunggu kejelasan regulasi dan kesiapan sistem pendukung. [TP]











