Umbut Rotan “Semuling” Musiman, Cita Rasa Kampung yang Dirindukan Saat Puasa

  • Bagikan
Pak Nurman sedang merapikan potongan umbut rotan atau semuling di lapak dagangannya di Pasar Kedai Runding, Aceh Selatan, Senin (23/2/2026). Sayuran musiman yang diambil dari hutan ini menjadi menu favorit warga untuk berbuka puasa karena cita rasa khas kampung yang unik. (Foto: Dok. SNN/Khairul Badri).

ACEH SELATAN | SNN – Umbut rotan atau yang akrab disebut warga dengan sebutan “semuling” kembali menjadi sayur kampung yang paling dicari selama bulan suci Ramadhan. Di Pasar Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan, sayuran khas dari pucuk muda tanaman rotan ini lebih mudah ditemukan dan ramai diburu sebagai menu berbuka puasa, Senin (23/2/2026).

Banyak warga merindukan cita rasanya yang gurih dengan sentuhan pahit khas, yang biasanya diolah menjadi gulai santan, tumis pedas, hingga campuran sayur kampung bersama ikan asin. Pak Nurman, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengakui bahwa permintaan umbut rotan meningkat tajam setiap Ramadhan. “Kalau bulan puasa memang lebih banyak yang cari. Rasanya khas, jadi banyak yang rindu masakan kampung,” ujarnya.

Proses menyediakan semuling ini tidaklah mudah karena Pak Nurman harus mengambilnya langsung dari kawasan hutan dan membersihkan duri serta pelepahnya yang tajam. “Harga Rp10.000 untuk tiga potong masih sangat terjangkau,” tambah Pak Nurman yang mampu menjual puluhan potong dalam sehari. Kehadiran semuling ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat di tengah gempuran menu modern. (KB)

Penulis: Khairul BadriEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *