SOSOK: Diva Samudra Putra, Birokrat Tangguh Hingga Puncak Karier ASN Aceh Selatan

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Roda birokrasi selalu berputar, dan profesionalisme serta dedikasi pada akhirnya akan menemukan jalannya. Kalimat ini rasanya tepat untuk menggambarkan perjalanan karier Diva Samudra Putra, S.E., M.M., yang secara resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Aceh Selatan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pelantikannya oleh Bupati H. Mirwan MS, S.E., M.Sos., menjadi tonggak pencapaian tertinggi bagi birokrat kelahiran Samadua, 18 Januari 1971 ini. Kini, ia memegang komando tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menjadi motor penggerak pemerintahan di wilayah tersebut.
Merintis dari Bawah dan Teruji Mengawal Keuangan
Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (1994) dan Magister Manajemen di Jakarta (2007) ini tidak meraih posisinya secara instan. Mengawali karier ASN benar-benar dari bawah pada tahun 1997, Diva perlahan menapaki jenjang birokrasi melalui kinerja yang terukur.
Keahliannya di bidang administrasi dan tata kelola keuangan membawanya menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris DPRK (Sekwan) pada tahun 2010. Puncak pembuktian kompetensinya terlihat jelas saat ia dipercaya sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) pada 2015. Di masa jabatannya tersebut, ia dinilai berhasil menjaga stabilitas keuangan daerah Aceh Selatan.
Ujian Loyalitas: Sempat “Diparkir” Namun Tetap Setia
Perjalanan karier seorang abdi negara tidak selalu berjalan mulus. Pada era pemerintahan sebelumnya, tepatnya pada Agustus 2019, Diva sempat mengalami masa surut. Statusnya diturunkan menjadi “Pelaksana Setdakab”, sebuah langkah yang banyak dinilai sebagai tindakan “memarkir” sang birokrat, mengingat tidak adanya catatan kesalahan profesional yang mendasarinya.
Kendati demikian, fase ini justru membuktikan kualitas kepribadian dan loyalitasnya sebagai ASN. Ia tetap menunjukkan dedikasi hingga badai tersebut berlalu. Kepercayaan terhadapnya pun pulih saat ia kembali menduduki jabatan Eselon II sebagai Asisten Administrasi Umum, disusul dengan penunjukannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda pada 4 November 2025.
Mengawal Visi, Melayani Masyarakat
Kini, dengan status definitif sebagai Sekda, beban dan tanggung jawab besar berada di pundak pria yang gemar membaca dan berolahraga ini. Saat pelantikannya, Bupati H. Mirwan secara khusus menitipkan lima amanat krusial yang harus ia kawal:
Menjawab tantangan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), Diva selalu menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen pemerintahan. Fokus utamanya kini adalah memastikan kelancaran program prioritas bupati dan mengawal reformasi birokrasi agar berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Di luar padatnya agenda kedinasan dan lobi-lobi pemerintahan, Diva tetaplah seorang kepala keluarga. Dukungan dari sang istri, Sri Kurniati, S.E., yang juga mengabdi sebagai PNS, serta kehadiran empat orang putra mereka, menjadi pondasi kuat di balik ketangguhan sosok Diva Samudra Putra dalam mengabdi untuk Aceh Selatan.[red]









