
CALANG | SNN — Gempa bumi bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Calang, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu (11/7/2026). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi mengakibatkan tsunami.
Gempa terjadi pada siang hari dan dirasakan oleh sebagian warga di sekitar Calang dan area pesisir Aceh Jaya. Meskipun magnitudonya tergolong sedang, getaran yang terasa cukup membuat warga panik sejenak, mengingat Aceh merupakan wilayah yang rawan gempa dengan memori traumatis dari bencana tsunami 2004.
Berdasarkan catatan BMKG, gempa dengan magnitudo di atas 4,0 yang terjadi di wilayah Aceh umumnya berasal dari aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Wilayah pesisir barat Aceh termasuk Aceh Jaya merupakan area yang sering mengalami aktivitas seismik.
Pihak BPBD Aceh Jaya menyebutkan bahwa tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa ini. Namun, warga diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.
Wilayah Aceh bagian barat memang dikenal sebagai area dengan risiko gempa yang tinggi. Beberapa kabupaten seperti Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Barat sering mengalami gempa tektonik dengan magnitudo yang bervariasi. Pemprov Aceh sendiri telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi bencana, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat tentang tindakan pengamanan saat terjadi gempa.
Pemerintah juga terus berupaya memperkuat ketahanan daerah terdampak bencana melalui berbagai kebijakan, termasuk Surat Edaran Mendagri terkait tata kelola dana daerah terdampak bencana yang dinilai efektif oleh sejumlah kepala daerah di Aceh. (Red)
Sumber: BMKG








