BANDA ACEH | SaranNews – Peringatan 21 tahun Tsunami Aceh tidak hanya diisi dengan doa, tetapi juga karya visual. Komunitas Film Trieng menggelar pemutaran film lokal bertajuk “December to Remember” di Teater Museum LPM2 UIN Ar-Raniry, Sabtu (27/12/2025).
Dua film karya sineas muda Aceh, yakni ‘Barat’ dan ‘Tak Semua Pulang’, diputar secara eksklusif. Acara ini mengusung tema “From Memories We Grow, From Our Creations We Shine”, mengajak penonton menyelami kembali memori kolektif tentang kebencanaan melalui perspektif sinema.
Ketua Komunitas Film Trieng, Yogi Prasetyo, mengatakan kegiatan ini adalah upaya menolak lupa. Menurutnya, media film adalah cara paling efektif untuk menanamkan kesadaran bencana kepada generasi muda yang mungkin tidak mengalami langsung peristiwa 2004 silam.
“Peringatan ini penting agar tragedi kemanusiaan tidak dilupakan. Kami ingin generasi muda mengambil pelajaran untuk menjadi generasi yang lebih peduli dan tangguh bencana,” ujar Yogi.
Tak sekadar nonton bareng, acara ini juga dirangkai dengan aksi solidaritas. Panitia menggalang donasi dari penonton yang akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu korban banjir dan longsor yang saat ini melanda beberapa wilayah di Aceh.
Antusiasme mahasiswa terlihat memenuhi ruang teater, menjadi bukti bahwa sejarah kelam masa lalu tetap relevan untuk dipelajari sebagai bekal masa depan. (tpi)












