BANDA ACEH | SaranNews – Gelaran Aceh Creative Festival (ACF) 2025 sukses dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai 15 hingga 17 Desember di Gedung Balai Meuseuraya Aceh (BMA). Ajang ini menjadi bukti ketangguhan kreativitas anak muda Aceh di tengah tantangan infrastruktur.
Meski kondisi kelistrikan dan jaringan internet di Banda Aceh belum sepenuhnya pulih pascabencana, acara tetap berlangsung lancar. Penyelenggara menyiasati kendala tersebut dengan penggunaan genset mandiri dan dukungan jaringan internet berbasis satelit (Starlink) untuk memastikan koneksi tetap stabil tanpa gangguan teknis.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Ribuan pengunjung, mulai dari pelaku ekonomi kreatif hingga warga umum, memadati lokasi untuk mencari hiburan yang aman dan nyaman.
Namun, ACF 2025 bukan sekadar pesta hiburan. Acara ini membawa misi kemanusiaan yang kental lewat beragam agenda sosial, seperti panggung amal, doa bersama, penggalangan donasi, hingga Bazar UMKM Peduli.
“Agenda ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga, dari warga untuk warga,” tulis laporan panitia.
Di sektor ekonomi, Bazar UMKM menjadi primadona dengan menampilkan ragam produk lokal dan kuliner Aceh. Para pelaku usaha mengaku sangat terbantu karena acara ini memperluas pasar mereka. Menariknya, para pedagang juga menyisihkan sebagian hasil penjualan mereka untuk didonasikan kepada korban bencana banjir.
Aceh Creative Fest 2025 diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi pemerintah dan komunitas dalam membangun daerah lewat jalur kreativitas. (tpi)












