Usai Temui Kabinda Aceh, KP3 ABAS Bertemu Pejuang ALA di Jakarta, Perkuat Aspirasi Pemekaran

JAKARTA | SNN – Setelah melakukan audiensi dengan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Aceh di Banda Aceh, jajaran Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS) melanjutkan komunikasi terkait perjuangan pemekaran ke Jakarta.
Di ibu kota, Ketua KP3 ABAS H. Kamaruddin, SE bersama jajarannya bertemu Ketua Umum KP3 Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Pusat Prof. Dr. Rahmat Salam, M.Si dan sejumlah tokoh pejuang ALA, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara dua kelompok yang sama-sama memperjuangkan pembentukan provinsi baru di Aceh.
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam pertemuan itu, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat hingga upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di kawasan yang diperjuangkan.
Ketua KP3ALA Rahmat Salam menyebut komunikasi antara ALA dan ABAS perlu terus dibangun dalam mengawal aspirasi pemekaran melalui jalur yang damai, demokratis dan konstitusional.
Meski memiliki wilayah dan struktur perjuangan berbeda, kedua kelompok menilai terdapat sejumlah kepentingan yang dapat dikomunikasikan bersama, terutama berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Wilayah yang diperjuangkan menjadi Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.
Sementara calon Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) mencakup Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Simeulue.
Pertemuan di Jakarta tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian konsolidasi yang dilakukan KP3 ABAS dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 17 Juni 2026, musyawarah yang digelar di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, menetapkan H. Kamaruddin, SE sebagai Ketua KP3 ABAS. Drs. Meurah Ali dipercaya sebagai sekretaris, Rizman Razali, SE sebagai bendahara dan T. Sukandi sebagai Ketua Dewan Pengarah.
Konsolidasi kemudian berlanjut pada September. Pada 20 September 2026, jajaran KP3 ABAS melakukan audiensi dengan Kepala BIN Daerah Aceh di Banda Aceh sekaligus menyerahkan dokumen kelembagaan.
Setelah agenda tersebut, pengurus KP3 ABAS melanjutkan komunikasi ke Jakarta untuk menyampaikan dan mengawal aspirasi pembentukan Provinsi ABAS di tingkat pusat.
“Setelah agenda di Banda Aceh, pengurus ABAS dijadwalkan melanjutkan komunikasi di Jakarta untuk menyampaikan dan mengawal aspirasi pemekaran pada tingkat pusat,” kata Kamaruddin sebagaimana diberitakan WartaTrans.
Sementara itu, konsolidasi ALA juga telah berlangsung sebelumnya. KP3ALA disebut melakukan konsolidasi di Jakarta pada 31 Agustus 2026 sebelum pertemuan kedua kelompok tersebut berlangsung.
Bagi kelompok ALA, aspirasi pemekaran dikaitkan dengan upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan cakupan wilayah luas.
Sedangkan kelompok ABAS mengaitkan pembentukan provinsi baru dengan percepatan pembangunan serta pengelolaan potensi ekonomi kawasan pantai barat dan selatan Aceh.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB tersebut, ALA dan ABAS sepakat memperkuat komunikasi tanpa menghilangkan karakter serta agenda perjuangan masing-masing.
Kedua kelompok menyatakan perjuangan pembentukan daerah otonom baru tetap ditempuh melalui mekanisme hukum dan ketatanegaraan serta ketentuan yang berlaku mengenai pembentukan daerah otonom baru.
Pertemuan ALA dan ABAS di Jakarta menambah rangkaian konsolidasi kelompok pengusung pemekaran provinsi di Aceh yang dalam beberapa waktu terakhir kembali mengintensifkan komunikasi, baik di daerah maupun di tingkat pusat.[red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.












