Semangat Gotong Royong UMKM: Operasional Pasar Tani Aceh Berjalan 100 Persen Mandiri

  • Bagikan
Ketua Asosiasi Pasar Tani (APTANI) Aceh, Benni Baihaqi, SP

BANDA ACEH | SNN — Asosiasi Pasar Tani (APTANI) Aceh terus menunjukkan komitmen dan semangat kemandirian yang tinggi dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Penyelenggaraan kegiatan Pasar Tani yang menjadi wadah utama bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk segar dan kebutuhan pokok murah kepada masyarakat ternyata dikelola murni melalui pendanaan swadaya. Kegiatan operasional di lapangan kegiatan Pasar Tani yang berlangsung hari ini, rabu 22 April 2026 di area Expo Bank Aceh, Lampineung, Kota Banda Aceh misalnya, sepenuhnya didorong oleh inisiatif gotong royong antar sesama pedagang tanpa bergantung pada suntikan dana operasional dari pemerintah.

Ketua Asosiasi Pasar Tani, Benni Baihaqi, SP, memaparkan bahwa seluruh biaya teknis dan operasional selama acara berlangsung ditanggung bersama oleh para pelaku usaha yang terlibat. Ia menegaskan, “seperti yang disampaikan tadi memang benar adanya bahwasanya memang pelaksana operasional pasar tani itu 100% mandiri tanpa adanya bantuan dari dinas karena memang posisinya kita bang dari kita ke kita. Maksudnya pihak UMKM mereka ini mengumpulkan dana untuk biaya untuk pemasangan tenda dan bongkar tenda. Jadi tenda itu berasal dari dinas, tetapi kita meminta bantu dari pihak ketiga atau pihak luar untuk membantu proses pengangkatan dan pemasangan tenda. Jadi memang pure dananya itu dari kita yang memang untuk kita sendiri bang selaku UMKM.”

Kemandirian asosiasi ini juga diimbangi dengan kemampuan mereka menggandeng berbagai pihak swasta untuk turut serta menyukseskan acara. Beni menjelaskan bahwa kehadiran sejumlah sponsor di area pasar sangat membantu dalam menarik antusiasme warga untuk datang berbelanja. “Terus kemudian di lapangan juga kita dapati ada sponsor-sponsor, mereka itu membantu dalam segi jika memang kita ada kegiatan-kegiatan mereka bantu support apa namanya goodie bag dan lain sebagainya yang bisa mereka bantu. Dan juga mereka itu sebagai pemeriah suasana. Jadi dengan adanya sponsor-sponsor yang ada di lapangan kita berharap pasar tani itu bisa lebih ramai. Mungkin seperti itu,” urainya.

Walaupun seluruh pembiayaan operasional dikelola secara mandiri oleh para pedagang, hubungan kerja sama dengan instansi pemerintah tetap terjalin dengan sangat kuat. Asosiasi menyadari pentingnya sinergi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk UMKM ke depannya. “Kemudian yang paling penting sekali adalah bagaimana kita bersinergi antara pasar tani dengan dinas pertanian ini saling bekerja sama, saling mendukung dan saling mensupport, sehingga ke depannya asosiasi pasar tani aceh beserta dinas pertanian dan perkebunan aceh seiring dan sejalan bang. Harapannya seperti itu sehingga setiap ada kegiatan-kegiatan dinas kegiatan-kegiatan dinas seperti roadshow pasar tani kita dilibatkan selaku asosiasi yang mewakili UMKM-UMKM yang lain untuk mempromosikan produk-produk ke daerah-daerah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas publik, pihak asosiasi juga sangat disiplin dalam hal pelaporan atas fasilitas fisik milik negara yang mereka pinjam. Beni memastikan bahwa kerja sama ini berjalan bersih dan saling menguntungkan bagi kelancaran usaha rakyat. “Dan juga jika memang ada kegiatan-kegiatan yang memang bersifat resmi kita juga sampaikan ke dinas untuk sebagai pelaporan kita, pertanggungjawaban kita dalam penggunaan aset-aset yang ada di dinas. Yang pada intinya adalah dinas tidak pernah menerima uang dari kami dan kami pun juga alhamdulillah terbantu dari aset-aset yang dipinjamkan ke kami,” tutupnya.[red]

Penulis: zamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *