Silaturahmi Kepala Daerah Menguat, Isu Strategis Perkotaan Mengemuka di Balik Jamuan APEKSI di Banda Aceh

  • Bagikan
Sumber: Dokumentasi Istimewah, Diskominfo Banda Aceh.

Banda Aceh | SNN — Di balik suasana hangat jamuan makan malam yang digelar di Balee Meuseuraya, Minggu (19/4/2026), terselip pembahasan serius antar kepala daerah terkait arah pembangunan kota di wilayah barat Indonesia. Acara yang diinisiasi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, itu menjadi ruang informal namun strategis dalam memperkuat kolaborasi antar daerah.

Welcome Dinner tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, yang dihadiri perwakilan dari 21 kota. Sejumlah kepala daerah tampak memanfaatkan momen kebersamaan itu untuk saling bertukar pandangan terkait tantangan perkotaan, mulai dari tata kelola hingga peningkatan layanan publik.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya sekadar seremoni, melainkan juga menjadi jembatan komunikasi antar pemerintah kota. Ia menyebut, kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menariknya, di tengah diskusi santai yang berlangsung, sejumlah kepala daerah juga memanfaatkan forum tersebut sebagai ajang promosi potensi daerah masing-masing. Salah satunya datang dari Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang memperkenalkan agenda besar peringatan 100 tahun Jam Gadang.

Ia mengungkapkan bahwa perayaan satu abad ikon kota Bukittinggi itu akan diisi dengan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional, mulai dari pertunjukan budaya hingga forum ilmiah. Rangkaian acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Juni 2026, sebagai upaya memperkuat posisi Jam Gadang sebagai simbol sejarah sekaligus daya tarik wisata unggulan. Momentum kebersamaan dalam jamuan ini menunjukkan bahwa diplomasi antar kota tidak selalu berlangsung di ruang formal. Justru, dalam suasana santai seperti ini, berbagai gagasan dan peluang kerja sama dapat terjalin lebih cair, membuka jalan bagi pembangunan kota yang lebih terintegrasi di masa mendatang. [TP]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *