Antusiasme Tinggi, Pasar Tani Aceh Hadirkan Sembako Murah Tanpa Bebani Anggaran Daerah

  • Bagikan

BANDA ACEH | SNN — Pelaksanaan kegiatan Pasar Tani Aceh yang berlangsung pada hari ini, Rabu, 22 April 2026, di area Expo Bank Aceh, Lampineung, Kota Banda Aceh, disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh masyarakat. Program yang menghadirkan akses pangan dan kebutuhan pokok murah ini diikuti oleh sebanyak tiga puluh lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta didukung oleh berbagai instansi terkait. Beragam produk mulai dari sayuran segar, bumbu dapur, makanan, hingga gas subsidi tersedia untuk warga. Kepadatan pengunjung terlihat jelas memadati area stan penjualan sejak pagi, menandakan besarnya minat masyarakat terhadap fasilitas harga terjangkau yang ditawarkan di tengah dinamika harga bahan pokok saat ini.

Daya tarik utama dari gelaran pasar ini terbukti dari adanya selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga di pasaran umum. Berdasarkan pemantauan dan data di lapangan, komoditas telur ayam di Pasar Tani dijual seharga Rp 48.000 (empat puluh delapan ribu rupiah) per papannya dengan total stok persediaan yang disiapkan mencapai lima ratus papan. Angka ini terpantau jauh lebih murah dibandingkan dengan harga telur di pasar umum yang saat ini berada di kisaran harga Rp 55.000 (lima puluh lima ribu rupiah). Lewat selisih harga tersebut, masyarakat dapat menghemat pengeluaran hingga Rp 7.000 (tujuh ribu rupiah) untuk setiap pembelian satu papan telur ayam.

Menariknya, kegiatan yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat ini ternyata dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Petugas dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Agri Sanjaya, memberikan konfirmasi bahwa kegiatan ini murni diinisiasi secara mandiri, sedangkan peran pemerintah berfokus pada penyediaan fasilitas. Terkait hal tersebut, beliau menyatakan, “ntuk Anggaran memang kami tidak ada, karena Pasar Tani melalui Asosiasi Pasar Tani Aceh (APTANI) mereka melaksanakan kegiatan secara Mandiri. dinas hanya menfasilitasi Sarana dan prasarana saja, Meja, Tenda & kursi aja”. Ujarnya.

Pencapaian luar biasa dari pelaksanaan pasar kolaboratif ini juga tidak lepas dari upaya promosi yang digencarkan oleh pihak penyelenggara dan dinas terkait. Agri Sanjaya memaparkan, “Kami terus melakukan sosialisasi yang masif kepada publik melalui berbagai platform media sosial, khususnya dalam mempromosikan keberadaan Pasar Tani. Tujuannya agar masyarakat semakin mengenal dan tertarik untuk berbelanja langsung di sini, karena selain barangnya segar, harganya pun sangat bersahabat.” Upaya sosialisasi tersebut terbukti efektif melihat respons warga yang memadati lokasi. Beliau menambahkan, “Alhamdulillah, target capaian kegiatan Pasar Tani hari ini dapat terwujud dengan sangat baik dan tepat sasaran. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan ini membuktikan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat.”

Melihat keberhasilan program yang dijalankan oleh asosiasi ini, pihak Distanbun Aceh berjanji akan terus memberikan dukungan penuh agar kegiatan serupa dapat berjalan secara konsisten di masa mendatang. Menutup keterangannya secara tertulis, Agri Sanjaya menegaskan, “Kedepannya, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh akan tetap berkomitmen penuh dalam menjaga stabilitas harga pangan masyarakat. Salah satu strategi utamanya adalah dengan terus mendatangkan petani secara langsung untuk menjual hasil produksinya. Dengan cara ini, kita dapat memotong mata rantai distribusi yang selama ini seringkali membuat harga menjadi mahal. Sehingga, harga yang ditawarkan kepada masyarakat bisa jauh lebih rendah dan terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya, serta petani pun mendapatkan keuntungan yang layak.”[red]

Penulis: zamzamiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *