Langsung ke konten utama

Proyek KNMP Sawang Indah Rp3,04 Miliar Catat Deviasi Minus 4,9 Persen, Pelaksana Siapkan Percepatan

Z
Redaksi
Penulis: ZamzamiEditor: Redaksi
Proyek KNMP Sawang Indah Rp3,04 Miliar Catat Deviasi Minus 4,9 Persen, Pelaksana Siapkan Percepatan
Proyek KNMP Sawang Indah Rp3,04 Miliar Catat Deviasi Minus 4,9 Persen, Pelaksana Siapkan Percepatan

ACEH SELATAN | SNN – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gampong Sawang Indah, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, senilai Rp3.047.243.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, mencatat deviasi progres fisik negatif sebesar 4,90 poin persentase dari rencana pelaksanaan pekerjaan.

Kondisi tersebut terungkap setelah awak media SaranNews.net melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Minggu (25/10/2026), kemudian meminta konfirmasi kepada Pemerintah Gampong Sawang Indah dan pihak penyedia jasa konstruksi, PT Polada Mutiara Aceh.

Dalam peninjauan tersebut, awak media menemukan lokasi proyek telah dipagari seng, tetapi belum dilengkapi papan informasi yang memuat identitas pekerjaan, nilai kontrak, sumber pendanaan, pelaksana, serta masa pelaksanaan pembangunan.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi dari Camat Labuhanhaji Timur, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Polada Mutiara Aceh melalui kontrak bernomor B.25592/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tertanggal 11 September 2026.

Sementara itu, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) bernomor B.25966/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tercatat tertanggal 15 September 2026.

Artinya, ketika awak media melakukan peninjauan pada 25 Oktober 2026, telah berlalu sekitar 40 hari kalender sejak tanggal SPMK, sementara aktivitas yang terlihat di lokasi masih didominasi pekerjaan persiapan.

Keuchik Akui Papan Informasi Belum Terpasang

Keuchik Gampong Sawang Indah, Pendi, saat dikonfirmasi SaranNews membenarkan bahwa papan informasi proyek belum dipasang di lokasi pembangunan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, pekerjaan konstruksi utama belum dimulai dan kegiatan masih sebatas pemasangan pagar lokasi.

“Belum mulai, baru sebatas pemasangan pagar lokasi,” ujar Pendi.

Menurutnya, fasilitas kantor proyek juga belum tersedia karena pihak pelaksana masih mencari tempat yang sesuai.

“Untuk sementara ini papan informasi belum dipasang dan kantor masih dalam tahap pencarian tempat yang cocok. Dan untuk informasi jadwal dan progres juga belum dipasang,” jelasnya.

Pendi menerangkan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan KNMP merupakan milik gampong. Ia juga membenarkan bahwa pemerintah gampong telah dilibatkan dalam sosialisasi dan persiapan program tersebut.

Terkait pengawasan, Pendi mengaku mengetahui pihak penanggung jawab dan pengawas proyek serta menyebut keduanya aktif dalam pelaksanaan kegiatan.

Pelaksana Ungkap Realisasi Baru 7,56 Persen

Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, Redaksi SaranNews menghubungi Da’i, yang mengaku sebagai Penanggung Jawab Teknis PT Polada Mutiara Aceh dalam pelaksanaan proyek KNMP Sawang Indah.

Dalam keterangannya, Da’i menyampaikan bahwa nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp3.047.243.000, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ia menyebutkan masa pelaksanaan pekerjaan selama 105 hari sejak SPMK, dengan target penyelesaian pada 28 Desember 2026.

Mengenai perkembangan pekerjaan, Da’i mengungkapkan bahwa progres fisik yang direncanakan telah mencapai 12,46 persen, sedangkan realisasi baru sebesar 7,56 persen.

“Rencana 12,46 persen, realisasi 7,56 persen, deviasi minus 4,9 persen,” ungkapnya.

Dengan demikian, berdasarkan data yang disampaikan Da’i, realisasi pekerjaan berada 4,90 poin persentase di bawah target pada periode pengukuran tersebut.

Ketika dimintai penjelasan mengenai penyebab deviasi dan langkah penanganannya, Da’i menyatakan bahwa pihak pelaksana sedang menyusun strategi percepatan pekerjaan.

“Sedang kami susun langkah percepatan pekerjaan,” jawabnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan persiapan, termasuk pengujian tanah menggunakan metode sondir dan persiapan lainnya, telah berlangsung sekitar satu bulan.

Adapun pekerjaan pagar keliling, bedeng pekerja, serta persiapan penyewaan kantor lapangan disebut mulai dilaksanakan pada pekan ini.

Faktor Cuaca Jadi Kendala, Jam Kerja Akan Ditambah

Da’i mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu kendala yang memengaruhi aktivitas pembangunan KNMP Sawang Indah.

Namun, menurutnya, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, tidak terdapat kendala lain yang berarti di lokasi pekerjaan.

“Untuk sementara tidak ada kendala di lokasi pekerjaan sesudah koordinasi dengan pihak terkait, kendala hanya saja cuaca dan akan kami tambah jam kerja apabila cuaca mendukung,” jelasnya.

Penambahan jam kerja tersebut disebut sebagai salah satu langkah yang akan dilakukan untuk mengejar ketertinggalan progres.

Meski demikian, redaksi belum memperoleh dokumen kurva-S maupun jadwal percepatan yang dapat digunakan untuk membandingkan target mingguan dengan realisasi pekerjaan secara terperinci.

Papan Proyek Dijanjikan Terpasang dalam Sepekan

Terkait temuan belum terpasangnya papan informasi proyek saat peninjauan SaranNews, Da’i mengakui bahwa papan tersebut masih dalam proses pencetakan.

“Papan proyek sedang dicetak dan akan dipasang setelah selesai dicetak,” terangnya.

Dalam konfirmasi tambahan, ia menyatakan bahwa pemasangan papan informasi ditargetkan paling lambat satu minggu terhitung mulai 27 Oktober 2026.

Sementara itu, kantor lapangan atau direksi keet direncanakan mulai difungsikan pada pekan yang sama.

Da’i menjelaskan bahwa fasilitas direksi keet dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek menggunakan sistem sewa, bukan pembangunan kantor sementara.

Keterangan ini sekaligus menjelaskan kondisi yang ditemukan awak media saat peninjauan, ketika fasilitas kantor lapangan belum dapat diidentifikasi di sekitar lokasi pembangunan.

Konsultan Supervisi Disebut Sudah Aktif

Mengenai pengawasan teknis pekerjaan, Da’i menyebut PT Agrinas Jaladri Nusantara sebagai konsultan supervisi pembangunan KNMP Sawang Indah.

Ia menyatakan bahwa pihak konsultan telah aktif melakukan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Konsultan supervisi sudah aktif melakukan pengawasan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Kendati demikian, informasi mengenai personel pengawas yang ditugaskan, laporan pemeriksaan pekerjaan, serta verifikasi progres fisik belum diperoleh redaksi secara langsung dari pihak konsultan tersebut.

SaranNews masih berupaya memperoleh kontak resmi PT Agrinas Jaladri Nusantara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna meminta penjelasan lebih lanjut mengenai pengendalian mutu, pengawasan teknis, dan penanganan deviasi progres pekerjaan.

Turap Beton dan Revetment Direncanakan di Kawasan Pesisir

Selain persoalan progres dan transparansi, kondisi geografis lokasi pembangunan yang berdekatan dengan pantai dan aliran sungai juga menjadi perhatian redaksi.

Saat dimintai penjelasan mengenai perencanaan teknis untuk mengantisipasi kondisi lingkungan pesisir, Da’i menyampaikan bahwa pekerjaan mencakup pembangunan turap beton di sisi pantai dan revetment atau struktur pelindung di sisi sungai.

Ia juga menyebutkan bahwa pengujian tanah menggunakan metode sondir telah dilakukan pada tiga titik di lokasi proyek.

Pengujian tersebut menjadi bagian dari penyelidikan kondisi tanah yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan konstruksi.

Namun, hasil pengujian sondir dan rincian desain teknis bangunan belum diperoleh redaksi untuk dilakukan penelaahan lebih lanjut.

Perbedaan Informasi Nilai Proyek

Dalam konfirmasi sebelumnya, Keuchik Sawang Indah, Pendi, menyampaikan bahwa nilai pembangunan KNMP di gampong tersebut mencapai sekitar Rp3,9 miliar.

Namun, Da’i menyebut nilai kontrak pekerjaan PT Polada Mutiara Aceh sebesar Rp3.047.243.000 termasuk PPN.

Ketika dimintai penjelasan mengenai perbedaan tersebut, Da’i menduga terdapat kekeliruan informasi yang diterima pihak pemerintah gampong.

Menurutnya, tidak terdapat paket pengadaan maupun fasilitas tambahan di luar kontrak yang ditangani perusahaannya.

Meski demikian, perbedaan angka tersebut masih memerlukan pencocokan dengan dokumen penganggaran dan kontrak resmi KKP untuk memastikan sumber informasi masing-masing nilai.

Fasilitas KNMP Direncanakan Dikelola Koperasi

Keuchik Pendi menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Sawang Indah direncanakan mencakup sejumlah fasilitas pendukung kegiatan perikanan dan ekonomi masyarakat.

Fasilitas tersebut meliputi kios kuliner, pabrik es, tempat pendaratan ikan, turap, serta berbagai peralatan penunjang aktivitas nelayan.

Rencana fasilitas tersebut turut dibenarkan Da’i dalam konfirmasi kepada redaksi.

Menurut Pendi, setelah pembangunan selesai, fasilitas KNMP direncanakan dikelola oleh koperasi.

Ia berharap kehadiran program tersebut dapat meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan pendapatan nelayan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sawang Indah secara umum.

“Dengan adanya KNMP diharapkan bisa meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan pendapatan nelayan serta bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Sawang Indah secara umumnya,” ujar Pendi.

Ia juga menyatakan bahwa hingga saat dikonfirmasi belum terdapat kendala teknis maupun keluhan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah gampong.

Masyarakat Diajak Ikut Mengawasi

Pembangunan KNMP Sawang Indah merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertujuan memperkuat infrastruktur dan perekonomian masyarakat nelayan.

Karena menggunakan anggaran negara, pelaksanaan proyek tersebut memerlukan keterbukaan informasi, pengawasan teknis, serta pengendalian mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Adanya deviasi progres fisik sebesar 4,90 poin persentase sebagaimana disampaikan pihak pelaksana menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau, terutama terkait efektivitas langkah percepatan untuk mengejar target penyelesaian pada 28 Desember 2026.

Demikian pula, komitmen pemasangan papan informasi dan pengoperasian kantor lapangan perlu direalisasikan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dipantau secara lebih terbuka.

Redaksi SaranNews.net mengajak masyarakat, khususnya nelayan wilayah Lhok Labuhanhaji dan warga Gampong Sawang Indah, untuk turut mengawasi pembangunan KNMP secara objektif dan bertanggung jawab.

Partisipasi masyarakat diharapkan membantu memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, memenuhi spesifikasi teknis dan standar keselamatan, serta menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat pesisir.

SaranNews akan terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek, termasuk realisasi langkah percepatan, pemasangan papan informasi, pengoperasian kantor lapangan, dan progres pekerjaan berdasarkan jadwal kontrak.

Redaksi juga tetap membuka ruang klarifikasi bagi PPK KKP, konsultan supervisi, maupun pihak terkait lainnya untuk melengkapi informasi mengenai pelaksanaan pembangunan KNMP Sawang Indah.[red]

Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami

Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.