BIREUEN | SNN – Satlantas Polres Bireuen mengumumkan penutupan sementara akses Jembatan Bailey Kutablang pada hari ini, Jumat (24/4/2026). Penutupan dijadwalkan akan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, guna dilakukan perbaikan mendesak pada bagian lantai jembatan.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun truk dengan tonase maksimal 8 ton, untuk menggunakan jalur alternatif. Pengendara diarahkan untuk melintasi Jembatan Bailey Awe Geutah selama masa perbaikan berlangsung demi menghindari penumpukan kendaraan di area proyek.
Namun, pengalihan arus ke Jembatan Bailey Awe Geutah ternyata menyisakan masalah bagi armada angkutan barang. Pasalnya, jembatan alternatif tersebut memiliki pembatasan beban maksimal hanya 8 ton, sehingga truk-truk berukuran besar terpaksa menepi dan menunggu di pinggir jalan hingga pengerjaan selesai.
Kondisi ini dikeluhkan oleh Herman, seorang sopir truk tronton. Ia mengaku kecewa karena harus kehilangan waktu berjam-jam akibat tidak bisa melintasi jalur alternatif yang disediakan. “Kami serba salah. Mau lewat Awe Geutah muatan kami jauh di atas 8 ton, risikonya terlalu besar buat keselamatan jembatan di sana. Akhirnya ya harus pasrah menunggu di sini sampai jam lima sore,” keluhnya.
Menurut Herman, waktu penutupan selama tiga jam di siang hari sangat berdampak pada jadwal pengiriman barang ke gudang tujuan. “Waktu kami juga terbuang. Harusnya ada solusi atau pemberitahuan jauh-jauh hari supaya kami bisa atur jadwal keberangkatan lebih awal atau lewat jalur lain yang lebih jauh,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Satlantas Polres Bireuen tetap berjaga di titik penyekatan untuk memastikan tidak ada kendaraan melebihi tonase yang nekat menerobos jalur Awe Getah. Polisi kembali mengingatkan masyarakat untuk bersabar demi keamanan jangka panjang, mengingat kondisi lantai Jembatan Bailey Kutablang yang memang sudah mendesak untuk diperbaiki. (DI)











