Baitul Mal Aceh Salurkan Rp176 Juta untuk Korban Kebakaran di Aceh Selatan

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SNN — Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan kepada 22 mustahik korban kebakaran di Kabupaten Aceh Selatan. Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak di dua kecamatan, yakni Kluet Utara dan Pasie Raja, Jumat (24/4/2026).

Di Kecamatan Kluet Utara, bantuan disalurkan kepada 14 mustahik di Gampong Kota Fajar, 5 mustahik di Gampong Simpang Lhee, dan 1 mustahik di Gampong Alur Mas. Sementara itu, di Kecamatan Pasie Raja, bantuan diberikan kepada 2 mustahik di Gampong Paya Ateuk.

Komisioner BMA, Taufik Hidayat HRP, mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp8 juta sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp176 juta.

“Bantuan ini merupakan amanah yang kami salurkan kepada para korban kebakaran tanpa potongan apa pun,” ujar Taufik.

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) T. Heri Suhadi, Wakil Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis, serta Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Selatan Syarkawi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Selatan menyampaikan apresiasi kepada BMA atas kepedulian terhadap masyarakat terdampak musibah. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para korban.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga dapat meringankan beban dan memberi kekuatan untuk bangkit kembali,” katanya.

T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri menambahkan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh melalui BMA untuk membantu korban kebakaran. Ia menegaskan bantuan ini menjadi wujud empati dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Abu Heri juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan kepada masyarakat korban kebakaran di Aceh Selatan dilakukan atas arahan Muzakir Manaf selaku Gubernur Aceh.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah serta menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Taufik menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terjadi peningkatan nilai bantuan bagi korban kebakaran. Untuk kategori kerusakan ringan hingga sedang, bantuan kini berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta, sedangkan untuk kerusakan berat mencapai Rp8 juta per penerima.

Menurutnya, peningkatan bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar dalam membantu proses pemulihan ekonomi dan kehidupan para korban pascakebakaran.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus menjadi motivasi untuk kembali bangkit setelah musibah kebakaran. (KB)

Penulis: Khairul Badri Editor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *