Penanganan Longsor Ruas Pameu–Geumpang BPBA Kebut Pembersihan Material, Masyarakat diminta tetap Waspada

BANDA ACEH | SNN – Bencana tanah longsor menutupi badan jalan di ruas Pameu–Geumpang pada Rabu (22/4/2026), mengakibatkan akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Pidie sempat lumpuh total.
Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama longsornya tebing jalan. Material berupa tanah berlumpur, bebatuan besar, hingga pepohonan tumbang menutup rapat jalur lintas antar-kabupaten tersebut.
Merespons kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bergerak cepat berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk melakukan penanganan darurat.
Kepala Pelaksana BPBA, Ir. Bahron Bakti, ST, MT, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan yang tertutup agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat terlalu lama.
“Penanganan darurat saat ini difokuskan pada pembersihan material longsor dengan mengerahkan alat berat agar akses jalan dapat segera dibuka kembali,” ujar Bahron Bakti dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data pantauan di lapangan, sejumlah alat berat jenis bulldozer telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Pengerjaan pembersihan material longsoran di titik STA 36+800 hingga 37+000 saat ini dilaporkan telah mencapai progres penyelesaian sebesar 50 persen.
Meski alat berat terus bekerja menyingkirkan material, Kalak BPBA mengingatkan bahwa potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
“Masyarakat kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu menghindari jalur tersebut hingga benar-benar dinyatakan aman untuk dilintasi,” tambah Bahron.
Ke depannya, BPBA bersama instansi terkait akan melakukan kajian lebih lanjut untuk merumuskan langkah penanganan jangka panjang. Salah satu upaya yang akan didorong adalah stabilisasi lereng di area rawan guna meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan tidak memaksakan diri melintasi area rawan bencana demi keselamatan bersama.[red]
Berita terbaru di WhatsApp. Channel Kami
Kami menerima kiriman berita masyarakat. Hubungi kami melalui email ini.
Berita Terkait

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBA Gelar Pelatihan Alat Komunikasi Darurat 2026
10 jam lalu

Perkuat Koordinasi, BPBA Evaluasi Masa Transisi Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh
28 April 2026

Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Meukek Berdebu Tebal, Warga Desak Penyiraman Rutin
Baru saja

Batal Temu ramah, Resmikan SPBUN dan Koperasi KNTI Aceh Selatan tetap, Perubahan Jadwal Penerbangan pak Menteri penyebabnya
27 April 2026
Semua Berita

Polemik Pergub JKA, Ketua DPRA: Ini Pelanggaran Norma Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan
1 jam lalu

Klaim RSUYA Ditentukan Pusat, KOMASE: “Itu Bukti Pelanggaran Fatal, Bupati Jangan Berlindung di Balik BPJS!”
13 jam lalu

Eskalasi Krisis RSUYA: Dari Ultimatum KOMASE hingga Desakan Pansus dan Pencopotan Direktur oleh GeRMAS
13 jam lalu

SPPG Yayasan Ammar Aceh Madani Gandeng UD Alfarizi sebagai Mitra Strategis Penyedia Pangan Bergizi
14 jam lalu

Empat Bulan Berjalan, KDMP Syariah Lam Lumpu Mulai Dirasakan Manfaatnya
14 jam lalu

Anggaran Rp27 Miliar RSUD Yuliddin Away Disorot, Transparansi Dipertanyakan
15 jam lalu



