BIREUEN | SNN – Menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen menginisiasi sejumlah langkah strategis guna memperkuat kualitas pendidikan daerah. Berlokasi di Gedung Hj. Fauziah Convention Hall pada Selasa (28/4/2026), acara ini memadukan peringatan Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei dengan rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-80. Beberapa agenda prioritas yang diresmikan meliputi peluncuran Madrasah Unggul Terintegrasi, pelaksanaan Seminar Madrasah Digital, serta gerakan lingkungan melalui penanaman 1.000 pohon wakaf produktif di berbagai fasilitas keagamaan dan pendidikan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., didampingi Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST. Dalam sambutannya, Azhari menekankan bahwa transformasi madrasah saat ini wajib menyeimbangkan antara kecakapan akademik dengan penguatan karakter islami. Senada dengan hal tersebut, Bupati Mukhlis menggarisbawahi bahwa momentum Hardiknas tahun ini menjadi simbol kebangkitan Bireuen, terutama dalam memulihkan sektor pendidikan setelah menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi. Ia meyakini bahwa pendidikan agama merupakan pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang tangguh.
Kepala Kankemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata yang berkelanjutan, bukan sekadar perayaan formal. Sebagai bentuk apresiasi, pihak Kemenag Bireuen juga menyerahkan penghargaan kepada jajaran Forkopimda, guru, serta tenaga kependidikan yang berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia pendidikan dan berkontribusi aktif dalam penanganan pascabencana di wilayah Kabupaten Bireuen. (DI)












