BANDA ACEH | SNN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, menyampaikan pesan penting terkait independensi organisasi profesi saat menerima kunjungan pengaduan dari jajaran DPW NasDem Aceh di Kantor PWI Aceh, Rabu (15/04). Di hadapan pengurus partai dan awak media, Nasir Nurdin memberikan penegasan bahwa meskipun PWI merupakan wadah aspirasi bagi publik dan konstituen yang merasa dirugikan oleh produk pers, organisasi ini harus tetap berada pada jalur netral dan tidak ingin ditarik ke dalam pusaran konflik antarlembaga.
Nasir Nurdin secara eksplisit menyatakan bahwa PWI Aceh tidak ingin dibenturkan secara kelembagaan dengan Majalah Tempo terkait polemik pemberitaan “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Menurutnya, posisi PWI dalam sengketa ini bukanlah sebagai pihak yang menghakimi atau lawan bagi media lain, melainkan sebagai fasilitator dan jembatan komunikasi. Penegasan ini dikeluarkan untuk menjaga marwah organisasi profesi agar tetap objektif dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis maupun perselisihan antar-institusi yang dapat mengaburkan fungsi kontrol sosial pers itu sendiri.
Meskipun PWI Aceh memahami sepenuhnya rasa ketersinggungan dan kegelisahan yang dialami oleh para kader NasDem Aceh, Nasir mengingatkan bahwa penyelesaian sengketa pers memiliki mekanisme yang sudah diatur oleh undang-undang. Ia menjelaskan bahwa PWI berperan untuk menampung keberatan tersebut dan meneruskannya kepada pihak-pihak terkait, termasuk Dewan Pers dan redaksi media yang bersangkutan. Dengan menegaskan posisi “tidak ingin dibenturkan”, PWI Aceh berupaya memastikan bahwa mereka tetap menjadi mitra strategis yang dipercaya oleh semua pihak, baik oleh partai politik sebagai pilar demokrasi maupun oleh sesama institusi media nasional.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen PWI Aceh untuk tetap membantu menjembatani aspirasi NasDem Aceh agar mendapatkan ruang klarifikasi yang semestinya melalui jalur profesional. Nasir berharap semua pihak dapat bersikap bijak dan menghormati posisi kelembagaan masing-masing, sehingga dinamika yang terjadi saat ini tidak merusak hubungan kemitraan yang telah dibangun selama ini demi keberlangsungan demokrasi dan kemerdekaan pers yang sehat di Bumi Serambi Mekkah.[red]











