BANDA ACEH | SNN – Suasana di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh yang terletak di kawasan Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, tampak mulai sibuk dan dipadati oleh berbagai elemen media massa pada Rabu siang, 15 April 2026. Berdasarkan pantauan langsung wartawan Sarannews di lokasi hingga pukul 13.00 WIB, sejumlah kendaraan operasional media nasional seperti Metro TV serta jajaran awak media lokal dan kontributor nasional lainnya sudah memadati pelataran parkir gedung. Aktivitas ini merupakan persiapan intensif menjelang agenda konferensi pers resmi yang dijadwalkan berlangsung tepat pukul 14.00 WIB guna menanggapi polemik pemberitaan Majalah Tempo yang memicu reaksi keras dari internal partai dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah petinggi dan pengurus teras DPW NasDem Aceh juga terlihat mulai berdatangan satu per satu dan langsung memasuki gedung untuk melakukan koordinasi akhir sebelum menghadapi awak media. Kehadiran para elite partai di tingkat provinsi ini menandakan keseriusan sikap yang akan diambil dalam menyikapi narasi laporan utama Tempo bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Fokus utama dalam konferensi pers ini diprediksi akan menyasar pada upaya pemulihan marwah partai serta memberikan klarifikasi tegas kepada publik di Aceh mengenai integritas dan kedaulatan partai yang dianggap sedang diserang melalui pembingkaian berita yang dinilai tendensius.
Para jurnalis saat ini telah bersiaga di area lobi utama dan ruangan yang telah disiapkan untuk mendengarkan langsung poin-poin keberatan serta langkah organisasi yang mungkin akan ditempuh oleh NasDem Aceh ke depan. Mengingat Aceh merupakan basis emosional dan politik yang sangat kuat bagi sosok Surya Paloh, pernyataan sikap dari Pango Raya siang ini menjadi momen yang sangat dinantikan untuk melihat sejauh mana kekuatan soliditas kader di daerah dalam merespons isu nasional tersebut. Redaksi Sarannews akan terus melaporkan perkembangan terbaru secara berkala sesaat setelah pernyataan resmi disampaikan oleh pimpinan partai di hadapan publik.[red]











