Wisata Sejarah Kluet, MTsS Lawe Sawah Gelar Educational Tour Kenalkan Warisan Budaya Aceh

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SNN — Dalam rangka meningkatkan wawasan sejarah dan kecintaan terhadap budaya lokal, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Lawe Sawah, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan menggelar kegiatan Educational Tour wisata sejarah Kluet, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dan dewan guru dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah di wilayah Kluet sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas. Salah satu lokasi utama yang dikunjungi yakni situs sejarah yang berada di Desa Pulokambing, Kecamatan Kluet Utara, meliputi Masjid Tuo Nurul Huda serta makam ulama kharismatik Tgk. Chik Kilat Fajar.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal langsung jejak sejarah, nilai keagamaan, serta peran para ulama dalam perkembangan peradaban Islam di kawasan Kluet. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk memahami warisan budaya Aceh yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Kepala MTsS Lawe Sawah, M. Maulidun, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan wisata sejarah ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami sejarah melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Kegiatan Educational Tour ini kami laksanakan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sejarah daerah sendiri. Dengan melihat langsung situs bersejarah, diharapkan mereka lebih memahami perjuangan ulama serta perkembangan budaya Islam di Kluet,” ujar M. Maulidun.

Ia menambahkan, pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi metode efektif dalam membangun karakter generasi muda agar memiliki identitas budaya yang kuat serta rasa tanggung jawab menjaga warisan sejarah daerah.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan mengenai sejarah Masjid Tuo Nurul Huda dan sosok Tgk. Chik Kilat Fajar yang dikenal sebagai tokoh agama berpengaruh pada masanya.

Melalui kegiatan wisata sejarah ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan kekayaan sejarah Kluet kepada generasi muda sekaligus mendorong pelestarian situs budaya sebagai identitas daerah. (KB)

Penulis: Khairul Badri Editor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *