Edi Saputra Putra Kluet Raya, Siap Ukir Mimpi di Panggung Dangdut Nasional

  • Bagikan

ACEH SELATAN | SNN — Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Edi Saputra (23), seorang pemuda asal Krueng Batu kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan yang terus berjuang menggapai cita-citanya menjadi penyanyi dangdut profesional. Dengan tekad kuat dan doa yang tak pernah putus, Edi kini bersiap melangkah ke tahap penting dalam perjalanannya di dunia tarik suara, Senin (13/4/2026).

Setelah mengikuti tahapan audisi secara online, Edi dijadwalkan bertolak ke Kota Medan dalam waktu dekat, tepatnya pada 19 April 2026 untuk mengikuti seleksi lanjutan secara offline. Ia berharap kesempatan ini menjadi pintu pembuka menuju panggung yang lebih besar sekaligus membawa nama baik daerah asalnya.

“Insya Allah tanggal 19 april ini saya akan mengikuti audisi secara offline di medan. Saya mengharapkan doa dari keluarga dan semuanya agar bisa memberikan penampilan terbaik,” ujar Edi.

Perjalanan hidup Edi bukanlah kisah yang mudah. Lahir di Pulo Kambing pada 11 Juli 2002, ia telah merasakan pahitnya kehilangan seorang ayah sejak usia dini. Menjadi yatim di usia satu tahun, Edi dibesarkan oleh kakek dan neneknya dengan penuh kasih sayang.

Namun takdir kembali menguji keyakinannya. Sang kakek yang selama ini menjadi sosok penyemangat utama telah lebih dulu berpulang. Kini, Edi tinggal bersama neneknya di Krueng Batu, melanjutkan perjuangan hidup dengan membawa harapan dan mimpi yang diwariskan oleh orang yang dicintainya.

“Dulu kakek sangat ingin melihat saya jadi penyanyi. Beliau selalu mendukung saya, bahkan sampai menangis. Tapi Allah lebih dulu memanggilnya,” tuturnya.

Langkah Edi di dunia musik bukan tanpa rintangan. Ia pernah mencoba peruntungan dalam ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) tahun 2021, namun harus terhenti di tengah jalan. Meski begitu, kegagalan tersebut tidak membuatnya surut.

Dengan keterbatasan, bahkan tanpa dukungan sponsor, Edi tetap berjuang secara mandiri. Baginya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.

“Tanpa sponsor, saya tetap mencoba. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti, tapi motivasi untuk bangkit dan lebih baik,” tegasnya.

Sebagai anak tunggal, Edi memikul tanggung jawab besar untuk membahagiakan neneknya serta mengangkat nama Aceh Selatan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus berjuang dan tidak menyerah pada keadaan.

“Bismillah, saya ingin mewujudkan mimpi menjadi penyanyi dangdut dan membanggakan keluarga dan daerah biaya Aceh Selatan. Saya akan terus berusaha,” pungkasnya.

Perjuangan Edi Saputra menjadi potret nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan kerja keras, doa, dan keyakinan, harapan itu tetap hidup dan terus menyala. (KB)

Penulis: Khairul BadriEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *