Heboh Menu MBG Berbelatung di Aceh Selatan, SPPG Yayasan Berkah Cahaya Bungkam Saat Dikonfirmasi

  • Bagikan

ACEH SELATAN |SNN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Selatan kembali memicu polemik di tengah masyarakat menyusul beredarnya sebuah rekaman video amatir dari warga. Berdasarkan bukti visual tersebut, terlihat temuan organisme yang diduga kuat sebagai belatung bersarang pada lauk pauk di dalam ompreng makan siang para siswa. Insiden yang memunculkan kekhawatiran serius terkait standar keamanan pangan gizi anak sekolah ini dilaporkan terjadi pada hari Kamis, 16 April 2026, menyasar peserta didik di SDN 1 Panton Luas dan SMP Negeri 3 Sawang, Kecamatan Sawang. Pemandangan makanan yang tidak layak konsumsi tersebut seketika menimbulkan keresahan mendalam bagi para orang tua wali murid di wilayah tersebut.

Temuan ini langsung memantik reaksi keras dan kekecewaan dari warga setempat yang menyoroti lemahnya pengawasan program yang didanai oleh uang negara tersebut. Salah seorang ibu rumah tangga warga Sawang, Atik, menyampaikan kekesalannya kepada media atas kelalaian yang dinilai sangat membahayakan kesehatan para pelajar. “ini sudah keterlaluan, bagaimana mungkin program yang katanya dikelola secara proposional dengan sistem dan mekanisme pengawasan yang ketat oleh tenaga ahli yang digaji oleh negara, namun yang didistribusikan malah begini?, bukankah sebelum dikemas atau dipaking itu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan standar mutu dan kondisi bahan menunya di Dapur MBG tersebut?.” tanyanya dengan nada kesal.

Sorotan tajam juga datang dari kalangan aktivis pemerhati yang menyoroti sisi kerugian finansial negara akibat kelalaian operasional ini, T.Sukandi For-PAS, dalam pernyataan tegasnya yang mendesak adanya tindakan konkret dari pihak berwenang. “kejadian ini bukan hanya untuk disesalkan, namun telah berpotensi merugikan keuangan negara, yang mana Negara tetap harus membayar menu yang gagal konsumsi tersebut kepada pihak Penyedia dalam hal ini tentunya SPPG yang menjadi mitra BGN yang mengelola MBG tersebut, bayangkan puluhan juta nilainya sekali penyediaan tersebut yang uang negara jadi sia-sia, sementara pihak penyedia tetap menerima pembayaran alias tidak mengalami kerugian secara finansial kan, kasus ini harus diusut secara hukum, ini kelalaian yang yang menibulkan kerugian orang lain” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak yang dilakukan oleh redaksi, insiden temuan belatung ini bukanlah persoalan pertama yang membelit operasional penyedia layanan tersebut. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2025, SPPG Yayasan Berkah Cahaya sempat mendapat sorotan publik terkait masalah penyajian menu, di mana pihak yayasan kala itu mengakui adanya kekurangan dan berjanji akan melakukan perbaikan kualitas layanan. Sayangnya, komitmen perbaikan tersebut patut dipertanyakan lantaran tak berselang lama, tepatnya pada Rabu, 5 November 2025, kembali muncul kasus penemuan menu makanan yang diduga kuat sudah dalam kondisi basi saat diterima oleh siswa di lingkungan SMPN 1 Labuhanhaji dan beberapa sekolah lainnya.

Penyediaan paket makanan untuk sekolah-sekolah tersebut diketahui dikelola oleh SPPG Aceh Selatan Sawang Lhok Pawoh di bawah naungan Yayasan Berkah Cahaya. Dapur penyedia ini beralamat di Jl. Nasional Tapak Tuan – Blang Pidie, Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, dan memiliki kapasitas produksi skala besar yang mencapai lebih dari 3.800 porsi per hari untuk jenjang PAUD hingga SMA serta kelompok rentan. Terkait rentetan permasalahan dan temuan terbaru yang mengancam kesehatan siswa ini, tim redaksi sarannews.net telah berupaya melakukan konfirmasi secara resmi kepada pihak pemilik maupun manajemen Yayasan Berkah Cahaya. Namun, hingga naskah berita ini ditayangkan, pihak yayasan memilih bungkam dan sama sekali tidak merespons upaya klarifikasi tersebut. Redaksi sarannews.net tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya bagi pihak Yayasan Berkah Cahaya sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers guna memberikan porsi pemberitaan yang berimbang di masa mendatang.[red]

Penulis: Tim Redaksi sarannews.netEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *