Banda Aceh | SNN – Pemerintah Kota Banda Aceh mengupayakan kebangkitan ekonomi pelaku UMKM melalui penyelenggaraan event di eks lahan Pasar Aceh yang berlangsung selama 15 hari. Sebanyak 100 los digratiskan bagi pelaku usaha terpilih sebagai bentuk dukungan konkret agar geliat perdagangan di pusat kota kembali hidup pasca bencana yang sempat berdampak pada aktivitas ekonomi.

Panitia pelaksana menjelaskan, pemilihan lokasi di kawasan Pasar Aceh dilakukan karena berada di pusat aktivitas masyarakat serta terintegrasi dengan rangkaian Gampong Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman. Harapannya, meningkatnya kunjungan masyarakat ke pusat kota turut mendongkrak transaksi pedagang sekitar. “Lokasi ini dipilih karena berada di pusat kota dan aktivitas masyarakat dan juga terintegrasi dengan event Gampong Ramadhan di Mesjid Raya, harapannya ketika aktivitas masyarakat di Pasar Aceh meningkat transaksi UMKM dan pedagang di sekitar pasar juga meningkat,” ujar panitia.
Terkait 100 los gratis, panitia menegaskan proses seleksi dilakukan secara kurasi karena tingginya minat pendaftar. Penilaian didasarkan pada keberlanjutan usaha (existing), kualitas produk, hingga relevansi dan keunikan produk dengan tema kegiatan. Langkah ini diambil agar UMKM yang terlibat benar-benar siap bersaing dan mampu menarik minat pengunjung.

Selain itu, event ini juga didukung program Peukan QRIS yang menghadirkan berbagai doorprize bagi pembeli yang bertransaksi menggunakan pembayaran digital. Skema ini diharapkan mendorong literasi keuangan digital sekaligus meningkatkan volume transaksi non-tunai di kawasan Pasar Aceh.

Dari sisi kenyamanan, Dinas Perhubungan memastikan pengaturan arus lalu lintas dan ketersediaan parkir selama kegiatan berlangsung. Area parkir disiapkan di gedung Pasar Aceh Baru, termasuk basement dan rooftop, sementara di sekitar lokasi acara disediakan parkir sepeda motor dengan kapasitas lebih dari 300 unit. Dengan dukungan fasilitas tersebut, pemerintah optimistis kegiatan ini mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus menggerakkan roda ekonomi UMKM di jantung Kota Banda Aceh. [TP]










