BANDA ACEH | SNN – Pemandangan kontras terlihat di pusat Kota Banda Aceh saat pelaksanaan shalat Tarawih berlangsung, Selasa (3/3/2026). Di saat warung kopi (Warkop) di sepanjang jalan protokol tampak kosong dan menghentikan aktivitas operasional sesuai aturan, area Peukan Raya Ramadhan di eks Pasar Aceh justru masih terlihat ditempati sejumlah pengunjung.
Meskipun pihak panitia telah mematikan lampu utama di area acara sebagai tanda penghormatan terhadap waktu ibadah, pantauan di lokasi menunjukkan masih banyak pengunjung yang bertahan. Sebagian besar lapak dagang memang terpantau tutup sementara, namun kerumunan warga masih terlihat duduk-duduk dan berbincang santai di tengah kondisi area yang gelap.
Kondisi ini menjadi sorotan karena berbanding terbalik dengan instruksi ketat yang diterapkan pada pelaku usaha warkop dan kafe di Banda Aceh yang wajib mengosongkan tempat saat azan Isya berkumandang. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pengawasan ketat atau penertiban dari petugas di lokasi Peukan Raya Ramadhan untuk memastikan area tersebut benar-benar steril dari aktivitas berkumpul selama waktu tarawih berlangsung. (TP)












