SaranNews.Net – Gusmawi Mustafa, selaku Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, mengecam keras tindakan pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di Labuhan Haji Barat.
Ia menegaskan bahwa kejahatan ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak masa depan korban.
Begitupun, Gusmawi menekankan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, baik aparat penegak hukum, pemerintah daerah, lembaga perlindungan anak, maupun masyarakat luas.
Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak untuk lolos dari jerat hukum. Selain penegakan hukum yang tegas, Gusmawi juga mengingatkan pentingnya pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikologis.
Ia mendorong pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan pendampingan yang memadai bagi korban agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan percaya diri.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Jika kita tidak melindungi mereka hari ini, maka kita telah gagal sebagai masyarakat yang beradab. Kita harus memastikan kejahatan seperti ini tidak terulang,” kata Gusmawi kepada SaranNews, Sabtu 15 Maret 2025.
Lebih lanjut, Gusmawi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan mereka.
Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai perlindungan diri agar anak-anak lebih sadar terhadap potensi ancaman di sekitar mereka.
Sebagai langkah pencegahan, Gusmawi berharap adanya program edukasi yang lebih luas tentang bahaya kekerasan seksual dan cara mencegahnya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak serta memastikan adanya mekanisme pelaporan yang mudah dan cepat bagi korban atau keluarga yang mengalami kasus serupa.
Menurut mantan Camat Kluet Timur ini, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat sangat diperlukan agar kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan seminimal mungkin.
Sebab, dengan kerja sama yang kuat, ia yakin Aceh Selatan bisa menjadi daerah yang lebih aman bagi anak-anak. Gusmawi juga meminta kasus ini ditangani dengan seadil-adilnya, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
“Kita tidak boleh tinggal diam. Semua pihak harus berperan aktif dalam melawan kejahatan terhadap anak,” pungkasnya.(*)










