ACEH SELATAN | SaranNews – Redaksi media Sarannews secara resmi memberikan klarifikasi tegas terkait integritas pemberitaan mengenai dugaan skandal proyek Anjungan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Aceh Selatan. Klarifikasi ini disampaikan untuk mencegah dan membantah segala bentuk tudingan miring atau fitnah yang menyebutkan bahwa pihak redaksi berupaya mencari keuntungan pribadi dari pemberitaan tersebut.
Pihak redaksi menegaskan bahwa justru sebaliknya, wartawan Sarannews lah yang mendapat upaya “lobi” dari pihak yang mengaku bernama Eka, sesaat setelah berita berjudul “Skandal Proyek di Aceh Selatan: Kadisdik Akui Proyek Anjungan PKA Sempat Hilang di SIRUP tapi Fisik Dikerjakan Duluan” ditayangkan, yang bersangkutan menelpon dan memelas bermohon agar dibantu untuk menghapus (menurunkan) berita yang telah tayang tersebut.
Dalam bukti percakapan digital yang disimpan redaksi, oknum tersebut menghubungi wartawan dan mencoba meminta nomor rekening dengan dalih agar berita diturunkan. Dalam pesan WhatsApp-nya, oknum tersebut menulis, “Eka minta bantu” lalu “Pak kalau gak kirim aja no rek bisa”.
Menanggapi permintaan tersebut, wartawan Sarannews langsung menolak dengan keras dan menegaskan posisinya. “TDK perlu nmr rek, Krn tdk perlu kirim uang, dan sy juga tdk mintak uang,” balas wartawan kami dalam percakapan tersebut.
Redaksi merasa perlu membuka hal ini ke publik karena seringkali media yang memberitakan kasus korupsi justru diserang balik dengan isu pemerasan. Bukti percakapan ini menjadi tameng hukum bahwa redaksi bekerja murni demi kepentingan publik. Dalam percakapan itu, wartawan kami menegaskan secara tertulis, “Sy TDK minta uang, eka yg minta tolong utk berita diturunkan. dan kami TDK akan menurunkan berita tsb, dan juga tdk akan terima uang eka. Baik kita pertanggung jawabkan saja masing2.”
Redaksi Sarannews kembali mengingatkan bahwa setiap keberatan atas berita harus diselesaikan melalui mekanisme Hak Jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, bukan dengan cara menyuap. Sikap kami jelas sebagaimana pesan terakhir yang dikirimkan kepada oknum tersebut: “TDK ada kompromi dan negosiasi utk hal2 demikian. Tksh”.
Dengan adanya klarifikasi ini, publik diharapkan dapat menilai objektivitas pemberitaan kami. Redaksi juga menyarankan agar pihak-pihak terkait fokus memperbaiki kinerja proyek daripada mencoba menyuap media, sebagaimana saran wartawan kami dalam pesan penutupnya: “Gak usah eka sibukkan lobi sy, bagus urus proyek tsb TDK bermasalah.”
Hingga Berita Klarifikasi awal ini diturunkan, redaksi terus memantau perkembangan dan akan merilis informasi lanjutan terkait PHO, Pengeluaran SPM dan SP2D Proyek diduga Bermasalah tersebut.[red]












