Takut Harga Kian Mahal, Warga Aceh Besar Tetap ‘Serbu’ Toko Emas Meski Harga Fluktuatif

  • Bagikan
(Foto: Dok. saranNews/Sariril Karamah)

ACEH BESAR | SaranNews — Lonjakan harga emas yang terjadi hampir setiap jam tidak menyurutkan niat warga di Pasar Lambaro, Aceh Besar, untuk bertransaksi. Sebaliknya, fenomena fear of missing out (FOMO) justru mendorong masyarakat untuk segera membeli emas karena kekhawatiran harga akan terus melambung tinggi dalam waktu dekat.

Pantauan di lokasi pada Selasa (20/1/2026) menunjukkan harga emas perhiasan berada di kisaran Rp8.350.000 hingga Rp8.500.000 per mayam. Penjual di Pasar Lambaro, Dede, mengungkapkan bahwa tingginya minat beli dipicu oleh dorongan psikologis masyarakat. “Banyak yang bilang kalau tidak beli sekarang, nanti tambah mahal,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Naufal (28), salah seorang pembeli yang terpaksa mempercepat rencana pembelian emasnya dari jadwal semula bulan depan. Selain faktor investasi, tradisi mahar emas (jeulamee) dalam adat pernikahan Aceh menjadi alasan utama mengapa permintaan emas tetap stabil meski harga nasional Antam saat ini sudah setara Rp9 jutaan per mayam.

Ketidakpastian ekonomi global memang membuat harga bergerak dinamis, namun bagi masyarakat Aceh Besar, emas tetap menjadi aset yang paling dipercaya untuk menjaga nilai kekayaan mereka. (Sr)

Penulis: Sariril KaramahEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *