ACEH SELATAN | SaranNews — Ikatan Pelajar Mahasiswa Kedai Runding (IPELMAKER) menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan mendirikan posko donasi untuk korban banjir. Posko bertajuk “IPELMAKER Peduli Aceh” ini didirikan di Gampong Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan.
Posko kemanusiaan ini telah resmi beroperasi sejak 13 Desember lalu sebagai pusat penggalangan bantuan. Aksi solidaritas ini secara khusus ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir cukup parah di wilayah Aceh Tamiang.
Ketua Umum IPELMAKER, Dian Arha Safitra, menyatakan bahwa pendirian posko ini merupakan wujud tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap sesama. Ia mengajak publik untuk turut serta mengulurkan tangan.
“Melalui posko ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka yang terdampak bencana,” ujar Dian.
Antusiasme Warga Cukup Tinggi
Semangat para mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Asda Musdaliffa dan Asra, anggota IPELMAKER yang bertugas menjaga posko, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyalurkan bantuan terbilang tinggi. Hal ini menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para relawan.
“Kami berjaga setiap hari untuk menerima dan mendata bantuan yang masuk. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkontribusi,” ungkap Asda.
Adapun jenis bantuan yang diprioritaskan dan dikumpulkan di posko ini meliputi sembako serta pakaian layak pakai. Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung kepada para korban sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana.

Harapan Mitigasi Jangka Panjang
Selain fokus pada aksi tanggap darurat, Dian Arha Safitra juga menyampaikan pandangannya terkait manajemen bencana di Aceh. Ia berharap adanya perbaikan pola penanganan bencana di masa depan agar tidak sekadar reaktif.
“Kami menaruh harapan besar agar penanganan bencana alam di Aceh tidak lagi hanya bersifat tanggap darurat, tetapi berorientasi pada pencegahan dan mitigasi jangka panjang,” pungkasnya.
Aksi IPELMAKER ini diharapkan dapat memantik semangat gotong royong dan kepekaan sosial, khususnya di kalangan generasi muda, dalam merespons berbagai situasi darurat kemanusiaan di Aceh.(Kb)










