LABUHAN HAJI | SaranNews – Semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh para pelajar di Labuhan Haji dalam merespons musibah bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera baru-baru ini. Tidak hanya sekadar menunggu uluran tangan di posko penggalangan dana atau berdiri di pinggir jalan raya, para relawan muda ini melakukan inisiatif “jemput bola” dengan mendatangi langsung masyarakat yang sedang beraktivitas di warung-warung kopi dan kafe setempat.
Dalam pantauan wartawan SaranNews di lapangan, terlihat seorang siswa berseragam Pramuka lengkap dengan atributnya memasuki sebuah kedai kopi dengan sopan. Ia membawa sebuah kotak kardus bertuliskan “PRAY FOR ACEH” yang menampilkan gambar dampak kerusakan bencana. Aksi proaktif ini menarik simpati para pengunjung yang sedang bersantai, memudahkan mereka untuk menyisihkan sebagian rezekinya tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Kotak donasi tersebut juga mencantumkan nomor rekening resmi untuk transparansi penggalangan dana.
Saat diwawancarai di sela-sela kegiatannya menggalang dana, relawan tersebut memperkenalkan diri sebagai siswa dari SMAN 1 Labuhan Haji. Ia menjelaskan bahwa aksi ini merupakan gabungan dari organisasi sekolah yang tergerak hatinya melihat kondisi saudara-saudara mereka yang tertimpa musibah. “Dari SMA 1 Labuhan Haji. Kami ingin mengumpulkan donasi untuk di Aceh Trumon, di Aceh Tamiang, sama di Sumatera Utara,” ujar siswa tersebut menjelaskan target penyaluran bantuan mereka.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan inisiatif perorangan, melainkan gerakan terorganisir dari lembaga kesiswaan di sekolahnya. “Kami dari organisasi Pramuka dan juga OSIS mengumpulkan dana untuk ke sana,” tambahnya. Semangat gotong royong ini terlihat jelas dari keseriusan mereka menjangkau donatur secara langsung, memastikan pesan kepedulian tersampaikan kepada masyarakat luas di sekitar Labuhan Haji.
Terkait rencana penyaluran hasil penggalangan dana tersebut, para siswa ini telah memiliki rencana yang matang agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para korban di lokasi bencana. Bantuan tersebut nantinya tidak diantar sendiri secara perorangan, melainkan akan dikirimkan ke lokasi terdampak. Mengenai wujud bantuan yang akan disalurkan, siswa tersebut merincikan, “Direncanakan berupa pertama sembako, baju-baju, habis itu sama uang cash.”
Di akhir wawancara, siswa yang duduk di kelas akhir ini memperkenalkan identitasnya dengan tegas, mewakili semangat pelajar Labuhan Haji. “Nama saya Muhammad Rafif Dariswan, asal dari Kampung Pasar Lama yang bersekolah di SMA 1 Labuhan Haji, kelas 12,” tutupnya sebelum melanjutkan aksinya berkeliling ke meja pengunjung lainnya. Aksi nyata Muhammad Rafif dan kawan-kawannya ini menjadi bukti bahwa kepedulian generasi muda tidak hanya sebatas kata-kata, namun terwujud dalam langkah nyata membantu sesama.[red]












