BIREUEN | SaranNews – Harapan besar kini digantungkan para korban banjir di Desa Tingkeum Manyang, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Setelah kehilangan harta benda dan tempat tinggal, warga menanti realisasi janji pemerintah terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Salah satu warga terdampak, Wardah, mengisahkan betapa cepatnya air menghanyutkan rumah miliknya pada 26 November 2025 lalu. Kini, ia dan keluarganya terpaksa merogoh kocek hingga Rp12,5 juta per tahun untuk menyewa rumah sederhana berukuran 6 x 12 meter di Lorong Pelajar demi tetap memiliki tempat bernaung.
“Waktu banjir itu datang sangat cepat, kami cuma sempat menyelamatkan pakaian, sofa, dan kasur. Barang lain sudah tidak sempat lagi karena kondisi panik,” ujar Wardah saat ditemui, Selasa (13/1/2026).
Meski tinggal di rumah sewaan dengan biaya yang cukup besar, Wardah berusaha menjaga rutinitas keluarganya tetap berjalan. Ia tetap bekerja dan memastikan anak-anaknya tidak putus sekolah pascabencana.
Terkait rencana Pemerintah Kabupaten terkait pembangunan Huntap bagi warga terdampak, Wardah menyambutnya dengan penuh harapan. Ia mendambakan kepastian agar tidak perlu terus-menerus menanggung beban biaya sewa rumah.
“Kami sangat berharap rencana hunian tetap itu segera terealisasi. Supaya kami punya tempat tinggal sendiri lagi dan tidak terus-menerus di rumah sewaan. Harapan saya, kami bisa hidup tenang dan bebas dari trauma banjir,” pungkasnya.
Suara Wardah mewakili keresahan banyak penyintas banjir lainnya yang kini berjuang memulihkan ekonomi keluarga sembari menanti langkah nyata dari otoritas terkait pembangunan hunian layak bagi mereka. (DI)










