Revolusi Rujukan Digital: Pasien TBC di Aceh Besar Tak Lagi Perlu Urus Administrasi Berulang Setiap Bulan

  • Bagikan
Tampilan luar Klinik Kasehat Walafiat di Lambaro, Aceh Besar, yang kini telah melayani pasien rujukan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari perluasan akses layanan kesehatan berbasis kompetensi, Kamis (29/1/2026). Digitalisasi melalui Mobile JKN kini menjadi pilar utama dalam menyederhanakan alur pengobatan warga. (Foto: Dok. pribadi/Sariril Karamah)

ACEH BESAR | SaranNews — Implementasi Permenkes Nomor 16 Tahun 2024 mulai membawa angin segar bagi efisiensi layanan kesehatan di Aceh Besar. Sejalan dengan raihan prestasi UHC Nasional, sistem rujukan kini bertransformasi menjadi berbasis kompetensi dan serba digital melalui aplikasi Mobile JKN, Kamis (29/1/2026).

Kebijakan baru ini memungkinkan penderita penyakit tertentu, seperti Tuberkulosis (TBC), kanker, dan gangguan jiwa, untuk mendapatkan rujukan langsung ke faskes kompeten tanpa hambatan administratif yang berulang. Rahma (34), salah seorang pasien TBC, mengakui kemudahan ini. “Sekarang lebih praktis karena status rujukan bisa dipantau langsung lewat Mobile JKN, tidak perlu lagi mengurus rujukan ulang setiap bulan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Selain digitalisasi, perluasan akses juga ditunjukkan dengan mulai diterimanya pasien rujukan BPJS di Klinik Kasehat Walafiat Lambaro, sehingga warga memiliki lebih banyak pilihan faskes tanpa harus menumpuk di rumah sakit daerah. Transformasi ini menjadi bukti bahwa predikat UHC Utama yang diraih Pemkab Aceh Besar mulai dirasakan manfaat nyata di ruang tunggu fasilitas kesehatan. (Sr)

Penulis: Sariril KaramahEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *