Proyek “Salah Kamar”, Rehab Toilet SMP Tarbiyah Justru Dibangun di Lahan SMA

  • Bagikan

Aceh Selatan | SaranNews – Pelaksanaan proyek fisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah paket pekerjaan rehabilitasi sanitasi sekolah di Kecamatan Labuhanhaji diduga kuat “salah kamar” atau salah sasaran lokasi pembangunan. Proyek yang secara administrasi diperuntukkan bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP), faktanya justru dibangun di dalam lingkungan pekarangan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berdasarkan pantauan langsung tim sarannews.net di lokasi pada Sabtu (20/12/2025), terdapat sebuah papan informasi proyek yang terpasang di halaman SMA Tarbiyah Labuhanhaji. Pada papan tersebut tertulis jelas nama pekerjaan: “Rehabilitasi Sedang/Berat Toilet (Jamban) SMP Tarbiyah Labuhanhaji”. Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBK Aceh Selatan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp 77.800.000,00. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Frabu Mandiri dengan tanggal kontrak mulai 16 November 2025.

Keanehan muncul karena lokasi fisik pembangunan toilet tersebut berada di area SMA Tarbiyah, yang notabene merupakan aset dan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh, bukan Pemerintah Kabupaten. Padahal, nomenklatur kontrak jelas menyebutkan SMP Tarbiyah sebagai penerima manfaat. Selain kerancuan lokasi, informasi pada plang proyek juga dinilai minim karena tidak mencantumkan durasi pengerjaan (masa kalender) serta nama konsultan pengawas, yang seharusnya menjadi standar transparansi publik.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan pimpinan sekolah. Pj Kepala SMA Tarbiyah saat dikonfirmasi di lokasi mengaku heran dengan penempatan proyek tersebut. Ia mengkhawatirkan adanya tumpang tindih administrasi yang bisa merugikan pihak sekolah di masa depan.

“Bagaimana ini Pak, itu paket untuk SMP tapi dibuat di sini, sedangkan lingkungan pekarangan sekolahnya berbeda dan terpisah. Apa tidak berpengaruh nantinya bagi kami yang juga sedang mengajukan pembangunan MCK ke Provinsi, karena kami kan di bawah Disdik Provinsi?” ungkapnya dengan nada tanya.

Senada dengan itu, Kepala SMP Tarbiyah, Pida, saat dihubungi secara terpisah justru menyatakan ketidaktahuannya mengenai proyek yang mencatut nama sekolah yang dipimpinnya tersebut. Minimnya koordinasi dari pihak dinas maupun rekanan menjadi sorotan utama. “Tidak pernah diberitahukan adanya pengerjaan proyek rehab MCK sekolah kami,” tegas Pida singkat.

Terkait kejanggalan ini, sarannews.net berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Debi Sunandar, melalui pesan aplikasi WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi yang terkirim dan telah bercentang dua biru (tanda terbaca) tersebut belum mendapatkan balasan atau tanggapan apa pun dari yang bersangkutan. Publik menanti klarifikasi apakah ini murni kesalahan perencanaan atau ada faktor lain di balik pengerjaan proyek yang terkesan dipaksakan ini.(Tim Redaksi)

Penulis: MutiaraEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *