Banda Aceh | SaranNews – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Tingkat Aliyah Dayah MUQ Pagar Air Terus dipacu, Progres diklaim telah mencapai lebih dari 50 persen. Pernyataan itu disampaikan Sufriyadi, ST, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Pendidikan Dayah Aceh, melalui pesan WhatsApp. “Progres sdh 50 lebih..” tulisnya singkat.
Hal serupa juga disampaikan Yusran dari pihak kontraktor pelaksana CV Asjalsen. Saat dihubungi via telepon, ia menyebut progres pekerjaan sudah sekitar 60 persen.
Namun, hasil pemantauan lapangan pada Jumat (26/9) memperlihatkan fakta yang kontras dengan klaim tersebut. Material sisa dan limbah konstruksi berserakan di area kerja, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan APD lengkap, serta personel inti kontraktor dan konsultan pengawas CV Eleven Engineering Consultant tidak berada di lokasi saat kunjungan media dan pengerjaan kontruksi sedang berlangsung dilapangan.
Selain itu, SaranNews tidak menemukan adanya Site Office kontraktor pelaksana di area proyek, maupun papan informasi publik berupa time schedule atau kurva-S. Ketiadaan dokumen transparansi di lapangan ini menyulitkan publik untuk menilai apakah klaim progres 50–60 persen sesuai dengan rencana kumulatif mingguan (kurva-S) atau justru mengalami deviasi.
Padahal, dalam kontrak dan Kerangka Acuan Kerja (KAK), konsultan pengawas wajib menyusun laporan mingguan/bulanan, serta memastikan keterbukaan informasi progres kepada PPTK dan pemangku kepentingan.
Fakta bahwa progres hanya disampaikan secara verbal melalui pesan singkat dan sambungan telepon, tanpa data deviasi maupun baseline kurva-S, memperlihatkan lemahnya transparansi pengelolaan proyek bernilai Rp1,97 miliar ini.
Proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tersebut dilaksanakan oleh CV Asjalsen, dengan perencana CV Next Engineering Consultant serta pengawas CV Eleven Engineering Consultant. Sesuai kontrak, pekerjaan dimulai 17 Juli 2025 dan dijadwalkan selesai 13 November 2025.
Minimnya pengawasan di lapangan, lemahnya aspek K3, serta ketiadaan site office dan informasi progres terbuka, semakin memperkuat dugaan bahwa proyek pendidikan ini berjalan tanpa standar transparansi dan akuntabilitas yang semestinya.
Sebagaimana rencana kerja sarannews akan terus melakukan peliputan pemberitaan berkala terhadap kegiatan pembanguna yang menggunakan Anggaran Negara/Daerah untuk kemudian dapat dikabarkan kepada public.[red]












