Jakarta | SaranNews – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang sejahtera dan demokratis. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1). Beliau menekankan bahwa sekolah unggulan memiliki peran krusial dalam membentuk pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi.
Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan visi pemerintah untuk menciptakan generasi pemimpin yang bersih dari praktik korupsi. “Kita ingin menanamkan akhlak, kita ingin menanamkan kepribadian yang baik, yang bersih menjadi pemimpin-pemimpin yang jujur, pemimpin-pemimpin yang tidak akan korupsi, pemimpin-pemimpin yang akan berbuat yang terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” ucap Presiden di hadapan para undangan dan tenaga pendidik.
Guna mencapai target tersebut, Presiden menginstruksikan seluruh jajaran di sektor pendidikan untuk terus berinovasi dalam mengajar. Beliau secara khusus berpesan kepada pengelola lembaga pendidikan agar fokus pada pengembangan peserta didik secara total. “Saya minta semua unsur para pimpinan Lembaga, para pemimpinan sekolah, para pamong guru untuk melaksanakan pendidikan yang sebaik-baiknya, pendidikan yang inovatif, pendidikan yang penuh dengan niat untuk membina dan mengembangkan,” katanya.
Pemerintah juga telah menyiapkan peta jalan ambisius untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Presiden Prabowo memaparkan rencana pembangunan satu sekolah unggulan di tiap kabupaten serta program renovasi besar-besaran terhadap gedung sekolah yang ada. “Kita punya 300 ribu sekolah, saya berharap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua kampus sekolah-sekolah di Indonesia, dan juga kualitasnya akan kita tingkatkan di setiap bidang,” ucap Presiden.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo menegaskan kembali keterkaitan erat antara pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Beliau optimistis bahwa perbaikan kualitas pendidikan akan menjadi motor penggerak kebangkitan bangsa. “Pendidikan adalah instrumen kesejahteraan, pendidikan adalah instrumen demokrasi. Pendidikan dan kesehatan adalah instrumen menghilangkan kemiskinan. Saya kira itu dari saya. Saya bangga hari ini melihat hasil kita,” tandasnya.[red]










