JAKARTA | SaranNews – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas agar setiap dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilengkapi dengan alat uji kualitas makanan. Arahan ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada anak-anak tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga terjamin kebersihannya dan aman untuk dikonsumsi.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Prabowo menekankan bahwa kualitas makanan adalah prioritas utama. Ia ingin memastikan makanan yang diterima oleh anak-anak benar-benar bersih, sehat, dan higienis. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia dan menjadi salah satu upaya strategis untuk mengatasi masalah stunting.
Menanggapi arahan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan bahwa pengadaan alat tes kualitas pangan akan menjadi standar di setiap dapur MBG. Alat tersebut nantinya akan digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan berbahaya seperti mikroba, E. coli, salmonella, hingga arsenik dalam makanan.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa standar operasional, termasuk standar gizi dan higienitas, akan disusun oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kedua lembaga ini akan bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan untuk memastikan semua standar tersebut dipatuhi secara ketat di lapangan.
Dengan adanya alat uji di tingkat dapur dan pengawasan dari Bapanas serta BPOM, pemerintah berharap dapat membangun sistem kontrol kualitas yang berlapis demi menjamin keamanan dan mutu program Makan Bergizi Gratis secara nasional.[red]












